Gaya pengasuhan aktris Nikita Willy terhadap kedua putranya, Issa Xander dan Nael Idrissa, kerap menjadi sorotan publik. Ia sering kali viral karena sikapnya yang dinilai sangat tenang dan penuh perhatian saat berinteraksi dengan anak-anaknya, bahkan potongan video kesehariannya sering dijadikan meme sebagai standar pola asuh ideal.
Namun, baru-baru ini Nikita Willy mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa kehidupan aslinya sebagai ibu tidak selalu seindah apa yang tampak di media sosial. Ia menegaskan bahwa citra yang beredar hanyalah sebagian kecil dari realitas.
“Yang suka ada di sosial media, yang suka selalu dijadikan meme itu kan Cuma sepersekian detik dari video yang kalian lihat. Bukan berarti kalau aku seperti itu, aku enggak pernah marah dan enggak tegas sama anak aku,” ungkap Nikita.
Dalam kesempatan tersebut, istri dari Indra Priawan ini juga memberikan pandangan kritis mengenai tren gentle parenting yang tengah populer. Menurutnya, banyak orang salah kaprah dengan menganggap pola asuh lembut berarti membiarkan anak berbuat sesukanya tanpa aturan.
Nikita Willy menekankan bahwa mendidik anak dengan penuh kasih bukan berarti menjadi orang tua yang lemah dalam memberikan arahan. Ia berpendapat bahwa tanpa ketegasan, anak-anak berisiko tumbuh tanpa memahami etika serta sopan santun yang mendasar.
“Banyak orang berpikir gentle parenting itu weak parenting. Orangtua enggak pernah marah, mau anaknya kayak gimana pun orangtua akan ngerti. Itu kan mau jadi apa anaknya? Anaknya enggak tahu sopan santun, misal mukul, didiemin aja, itu kan enggak bener,” sebutnya.
Alih-alih mengikuti tren pengasuhan yang ada, aktris berusia 31 tahun ini lebih memilih menerapkan gaya Authoritative Parenting. Metode ini memungkinkan dirinya untuk tetap peka terhadap kebutuhan emosional anak sambil tetap mempertahankan otoritas sebagai pendidik.
Nikita berusaha menyeimbangkan antara sikap responsif terhadap perasaan anak dengan penerapan batasan yang ketat di lingkungan rumah. Hal ini dilakukan agar anak-anaknya tetap memiliki kompas moral dan kedisiplinan yang kuat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Baginya, aturan yang telah disepakati bersama merupakan hal mutlak yang harus dipatuhi oleh anak-anaknya di mana pun mereka berada. Ia tidak akan ragu untuk menunjukkan ketegasan apabila ada prinsip atau aturan rumah yang dilanggar secara sengaja oleh buah hatinya.
“Jadi kita responsif dengan perasaan mereka. Tapi kita juga tetep punya aturan. Dan aturan-aturan kita itu yang memang harus dituruti. Di rumah kita ataupun di luar. Ketika aturan itu dilanggar, kita berhak untuk tegas, kita berhak marahin anak kita, ‘karena itu salah, aturannya seperti ini,’” tegasnya.
