Jumaiya (76), seorang nenek asal Dusun Libilyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, ditemukan tewas di dasar sumur sedalam 25 meter. Insiden tragis ini terjadi di desa setempat, dan jenazah korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada Senin, 27 April 2026.

Evakuasi Dramatis dari Kedalaman 25 Meter

Proses evakuasi jenazah Jumaiya berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengangkat tubuh korban dari dasar sumur pada pukul 14.15 WIB. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., menjelaskan bahwa tim rescue Pos SAR Sumenep segera melakukan penilaian setibanya di lokasi.

Mengingat kedalaman sumur yang ekstrem, tim memutuskan untuk menerapkan metode vertical rescue. Nanang Sigit P.H. menyatakan, “Satu orang rescuer (penyelamat) dari Pos SAR Sumenep diturunkan ke dalam sumur dengan teknik lowering untuk menjangkau tubuh korban secara langsung di dasar sumur.”

Setelah rescuer berhasil mengikat tubuh korban dengan aman, jenazah Jumaiya ditarik ke permukaan menggunakan teknik lifting secara perlahan dan bertahap. Nanang menegaskan, seluruh tahapan evakuasi dilakukan dengan pengamanan ekstra pada sistem tali dan jangkar guna menjamin keselamatan personel yang bertugas di medan vertikal.

Tantangan Gas Beracun dan Sumur Sempit

Komandan Tim Rescue Pos SAR Sumenep, Nurul Imam, membeberkan sejumlah kendala teknis dan risiko tinggi yang dihadapi petugas di lapangan. Menurutnya, diameter sumur yang relatif sempit menjadi hambatan utama, membatasi ruang gerak rescuer saat bermanuver di kedalaman puluhan meter.

Ancaman paling serius adalah potensi gas beracun yang mengendap di dasar sumur. Nurul Imam menjelaskan, “Potensi gas beracun di dalam sumur menjadi ancaman serius. Oleh karena itu, rescuer yang turun diwajibkan memakai peralatan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) atau tabung oksigen pernapasan mandiri sebagai langkah antisipasi risiko fatal.”

Selain kendala teknis, tim SAR juga menghadapi tantangan sosial. Kerumunan warga yang antusias ingin menyaksikan proses evakuasi secara langsung sempat menghambat mobilitas dan ruang gerak tim di sekitar bibir sumur.

Setelah berhasil dievakuasi ke permukaan, jenazah Jumaiya langsung dibawa menuju rumah duka. Pihak keluarga menerima jenazah untuk segera dimakamkan.