Sore menjelang senja, lampu-lampu temaram mulai menyala, memantulkan suasana hangat dari deretan tenant kuliner yang dipadati pengunjung. Anak-anak muda terlihat asyik bercengkrama dan berdiskusi, sembari menikmati sajian kopi, minuman kekinian, dan makanan ringan di area outdoor depan kafe bernama Goodwill Coffee & Eatery. Pemandangan ini adalah salah satu sudut di BWalk Land, sebuah kawasan bisnis dan gaya hidup yang kini berkembang pesat di Kalimantan Selatan.

Dulunya, kawasan di tepi Jalan Ahmad Yani Kilometer 6,6, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar ini hanyalah lahan kosong milik Perum Badan Urusan Logistik (BULOG). Lahan seluas 18 ribu meter persegi tersebut merupakan aset menganggur atau idle asset yang belum termanfaatkan secara optimal. Namun, melalui Unit Bisnis Optimalisasi Aset (UB Opaset), BULOG berhasil mengubahnya menjadi pusat ekonomi baru yang tidak hanya menghasilkan keuntungan bisnis, tetapi juga menggerakkan pelaku usaha lokal (UMKM) dan membuka ruang interaksi masyarakat modern.

Transformasi Aset Idle Menjadi Pusat Ekonomi

BWalk Land, yang diresmikan pada akhir Agustus 2025, hadir dengan konsep business district yang memadukan ruang usaha, kuliner, olahraga, hingga gaya hidup dalam satu kawasan terpadu. Konsep ini menjawab kebutuhan masyarakat urban, di mana pengunjung dapat menikmati makanan, berolahraga, mengadakan pertemuan, hingga bersantai bersama keluarga. Lokasinya yang strategis menjadi salah satu faktor utama perkembangannya, berada di jalur utama penghubung Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin, dua wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi di Kalimantan Selatan.

Di kawasan ini, berdiri berbagai tenant food and beverage yang menawarkan ragam pilihan kuliner, mulai dari kopi lokal hingga sajian khas Jepang. Nama-nama seperti Kala Kafe, Taras Japan, Goodwill Coffee & Eatery, Mayestik, hingga Nasi Kerawu menjadi daya tarik tersendiri. Fasilitas lain seperti pusat kebugaran, lapangan padel, refleksiologi keluarga, dan ruang terbuka hijau turut melengkapi kawasan tersebut.

Direktur Bisnis Perum BULOG, Febby Novita, menyebut pengembangan BWalk Land merupakan bagian dari upaya BULOG dalam mentransformasi aset perusahaan agar lebih produktif dan memberi nilai tambah. “BULOG tidak hanya menjalankan tugas menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga perlu mengoptimalkan aset yang dimiliki agar mampu mendukung pertumbuhan perusahaan,” tegas Febby.

BULOG melihat berbagai aset perusahaan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai peluang strategis. Gudang, tanah kosong, bangunan lama, hingga rumah perusahaan kini dipetakan untuk dikembangkan menjadi aset produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Langkah ini sejalan dengan target nasional BULOG untuk meningkatkan pendapatan dari sektor optimalisasi aset, yang ditargetkan mampu menghasilkan pendapatan hingga ratusan miliar rupiah.

Mendorong Pertumbuhan UMKM Lokal

BWalk Land diharapkan mampu membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengembangan ini juga menjadi bagian dalam penguatan ketahanan pangan, di mana sejumlah tenant memanfaatkan bahan baku pangan lokal sebagai bagian dari produk kuliner mereka.

Kepala Perum BULOG Kanwil Kalimantan Selatan, Muhammad Akbar Said, menjelaskan bahwa BWalk Land memang dirancang sebagai ruang pertumbuhan UMKM dan pusat ekonomi baru di Kalimantan Selatan. “Melalui pola kerja sama yang fleksibel, BULOG membuka kesempatan bagi para pelaku usaha untuk berkembang bersama,” ujarnya. Konsep kerja sama yang diterapkan pun cukup menarik, di mana mitra usaha dapat memilih skema sewa maupun bagi hasil sesuai kemampuan dan kebutuhan bisnis masing-masing. Pendekatan ini memberikan peluang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dan berkembang tanpa terbebani masalah permodalan.

Fajri, pengelola Goodwill Coffee & Eatery, mengaku perkembangan kawasan B’Walk Land membawa dampak positif bagi bisnis mereka. “Hampir setiap hari kafe ini ramai dipenuhi pengunjung, terutama pada akhir pekan. Tempat ini menjadi favorit anak muda karena memiliki konsep modern dengan area outdoor yang estetik dan nyaman untuk bekerja maupun berkumpul,” ungkap Fajri.

Krisna, seorang mahasiswa di Banjarmasin, menjadi salah satu pengunjung rutin. Ia mengaku sering menggunakan area kafe di BWalk Land untuk rapat organisasi, mengerjakan tugas kuliah, hingga sekadar berdiskusi bersama teman-temannya. “Bagi saya, suasana nyaman dan pilihan kopi lokal berkualitas menjadi alasan utama,” kata Krisna.

Dalam perkembangannya, transformasi dan inovasi yang dilakukan BULOG di Kalimantan Selatan melalui pemanfaatan aset idle ini cukup berhasil. Dari lahan kosong yang tak termanfaatkan, kini BWalk Land tumbuh menjadi pusat ekonomi dan gaya hidup masyarakat Kalimantan Selatan.