Kabar duka menyelimuti jajaran petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatra. Muharmizan, seorang anggota Manggala Agni Daops Sumatra VI/Siak, gugur saat menjalankan tugas pemadaman api di Pulau Bengkalis, Riau, pada Senin (30/3).

Informasi meninggalnya Muharmizan disampaikan oleh Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, pada Selasa (31/3). Ia menegaskan bahwa almarhum wafat saat masih dalam rangkaian penugasan di lapangan.

“Kami kehilangan satu rekan Manggala Agni Daops Siak atas nama Muharmizan. Almarhum sedang bertugas melaksanakan pemadaman di Bengkalis,” ujar Ferdian.

Kronologi Kejadian

Ferdian menjelaskan, Muharmizan telah terlibat dalam operasi pemadaman Karhutla sejak Minggu (29/3). Bersama timnya, ia diberangkatkan menuju lokasi kebakaran sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung berupaya memadamkan api.

Kegiatan pemadaman tersebut berlanjut hingga keesokan harinya. Pada Senin, Muharmizan kembali turun ke lapangan sejak pagi hingga sore untuk memastikan api dapat dikendalikan sepenuhnya. Setelah menyelesaikan tugas, tim kembali ke lokasi istirahat.

Namun, insiden tragis terjadi pada malam hari, sekitar pukul 19.30 WIB. Saat sedang makan bersama rekan-rekannya, almarhum tiba-tiba terjatuh.

Kepala Manggala Agni Daops Siak, Ihsan Abdillah, menuturkan bahwa rekan-rekan almarhum segera memberikan pertolongan pertama dan memanggil tenaga medis. “Sekitar 10 menit setelah makan, almarhum tiba-tiba terjatuh saat sedang duduk,” kata Ihsan.

Petugas puskesmas yang tiba di lokasi kemudian menyatakan bahwa Muharmizan telah meninggal dunia. Jenazah almarhum selanjutnya dibawa menggunakan ambulans Desa Palkon menuju rumah duka di Sabak Auh, Kabupaten Siak.

Dedikasi Tinggi dalam Tugas

Ihsan Abdillah menyampaikan bahwa Muharmizan dikenal sebagai sosok pekerja keras dan memiliki dedikasi yang tinggi dalam setiap penugasannya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seluruh jajaran Manggala Agni.

“Almarhum merupakan personel yang berdedikasi tinggi dan gugur saat menjalankan tugas mulia dalam penanggulangan karhutla. Kami semua merasa kehilangan yang sangat mendalam,” jelas Ihsan.

Ia juga mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.