Kabupaten Morowali Utara (Morut) berhasil menorehkan capaian positif dalam upaya pengentasan kemiskinan. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Morut menempati peringkat ketiga terendah tingkat kemiskinan se-Sulawesi Tengah pada Maret 2025.

Prestasi ini terungkap dalam Rapat Pengentasan Kemiskinan tingkat Kabupaten Morowali Utara yang diselenggarakan di Ruang Pola Kantor Bupati Morut pada Jumat, 27 Februari 2026. Rapat tersebut dibuka langsung oleh Bupati Morut, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, dengan tujuan mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.

Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dan Penurunan Angka Kemiskinan

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Morowali, Gladius Alfonsus, SST, dalam pemaparannya, menguraikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Morut menunjukkan tren yang sangat signifikan. Pada triwulan I tahun 2025, ekonomi Morut tumbuh sebesar 26,61 persen. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah yang hanya 8,69 persen.

“Pencapaian ini menjadikan Morowali Utara sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Sulawesi Tengah,” jelas Gladius Alfonsus.

Selain pertumbuhan ekonomi yang impresif, persentase penduduk miskin di Morut juga mengalami penurunan. Pada Maret 2025, angka kemiskinan tercatat sebesar 10,38 persen, turun 1,57 persen dibandingkan Maret 2024. Angka ini lebih rendah dari tingkat kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah yang berada di angka 10,92 persen.

Secara spesifik, angka kemiskinan Morut tahun 2025 (10,38 persen) satu tingkat lebih baik dibanding keadaan Maret 2024 (10,95 persen). Menurut Gladius, persentase 10,38 persen ini menempatkan Morut di peringkat ketiga terendah se-Sulawesi Tengah, setelah Kota Palu dan Kabupaten Banggai. Sementara itu, angka kemiskinan tertinggi di provinsi ini ditempati oleh Tojo Una-una (24,67 persen) dan Donggala (14,66 persen).

Visi Bupati Delis: Kesejahteraan Masyarakat sebagai Prioritas

Dalam sambutannya, Bupati Morut Delis Julkarson Hehi menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan bagian integral dari visi besar pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat Morut yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS). Ia menekankan bahwa berbagai program pembangunan, mulai dari infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, hingga program kesehatan gratis, semuanya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan menekan tingkat kemiskinan.

“Keberhasilan berbagai program bisa kita banggakan, tapi kalau kita tidak bisa mengatasi kemiskinan, semuanya itu sia-sia karena kita tidak bisa mengangkat derajat orang-orang susah, dan orang-orang miskin yang ada di wilayah kita,” tegas Bupati Delis.

Ia menambahkan, membantu dan menyejahterakan masyarakat yang kurang mampu adalah ladang amal ibadah dan sebuah pengabdian yang luar biasa, bahkan melebihi prestasi-prestasi lainnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Sekda Morut Ir. Musda Guntur, Wakapolres Morut Kompol Anton Hasan Mohamad, perwakilan dari Kodim 1311 Morowali, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas/Badan, Camat, serta para Kepala Desa se-Kabupaten Morowali Utara.

sumber gambar: ANTARA/HO-MCDD