Model dengan akun @aarummanis mengunggah utas di platform X (Twitter) yang menuding Mohan Hazian, pendiri brand streetwear Thanksinsomnia, melakukan pelecehan seksual pada Mei 2025. Tuduhan ini segera dibantah Mohan Hazian yang menyebutnya “tidak berdasar” dan berencana menggelar konferensi pers pada Selasa, 10 Februari 2026. Kontroversi ini telah berimbas pada Mohan, dengan penerbit bukunya, Shira Media Group, telah memutus kerja sama dan menarik semua bukunya dari peredaran sejak 9 Februari 2026.
Pengakuan Detail @aarummanis di Media Sosial
Dalam pengakuannya yang detail dan mengguncang pada awal Februari 2026, @aarummanis mendalilkan bahwa dirinya menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pemilik brand lokal berinisial ‘M’, yang belakangan diidentifikasi netizen sebagai Mohan Hazian. Peristiwa ini terjadi pada Mei 2025, saat ia mendapat pekerjaan sebagai talent untuk sesi pemotretan brand milik ‘M’.
Setelah sesi pemotretan berjalan lancar, @aarummanis diajak makan oleh sang pemilik brand. Ia menyetujuinya dengan anggapan itu adalah ajakan makan ramah bertiga bersama talent scouter. Namun, situasi berubah mencekam ketika ia justru ditinggal sendirian bersama ‘M’ di lokasi pemotretan. “Saya bingung dan merasa curiga,” tulisnya.
Ajakan makan di luar ternyata berubah menjadi pengantaran makanan daring di dalam ruangan yang sepi. Di sinilah, menurut pengakuannya, ‘M’ mulai melancarkan aksi pelecehan. Meski @aarummanis telah menolak secara tegas, ‘M’ disebut memaksa memegang, mencium, dan naik ke atas tubuhnya. “Saya kemudian sekuat tenaga mendorong, mencakar, dan memukul M,” ungkapnya.
Melihat perlawanan justru membuat ‘M’ semakin kasar, @aarummanis memilih strategi bertahan dengan berpura-pura tenang. “Saya pada saat itu 90% yakin saya akan diperkosa,” ungkapnya dengan lugas. Pengakuannya semakin detail dan memilukan, ia menceritakan bagaimana ‘M’ menunjukkan kelaminnya sambil berkata, “Kok gak mau sih? Aku dah buka celana nih, udah malu nih aku.” Dalam kondisi dissosiasi dan tak berdaya, ia dilecehkan secara fisik lebih lanjut sebelum akhirnya dibiarkan pulang. Trauma itu begitu dalam hingga ia “pipis di dalam taxi karena takut sekali” saat dalam perjalanan pulang.
@aarummanis mengaku masih trauma setiap kali melihat wajah ‘M’ di media. Upayanya melapor kepada talent scouter yang menghubunginya untuk pekerjaan itu berujung pada pernyataan bahwa pihak tersebut “tidak bisa melakukan apapun karena hanya seorang employee.”
Respons Publik dan Bantahan Mohan Hazian
Unggahan @aarummanis membanjiri media sosial dengan dukungan sekaligus perdebatan. Banyak netizen memberikan dukungan dan saran, termasuk mendesaknya untuk melaporkan ke polisi. “Bisa lgs di visum spt salivanya dia yg cium kamu di telinga. Dia kan masturbasi tuh di celana/rok kamu pasti ada jejak sperma,” tulis seorang netizen.
Namun, ada pula suara yang mengingatkan publik untuk berhati-hati dan menunggu klarifikasi pihak terdakwa, dengan menyebut kasus serupa yang pernah menimpa figur publik lain. “Ga usah terlalu terburu-buru gais, selagi belum ada bukti kongkrit… Ingat, dulu Gofar Hilman juga dibikinin thread beginian,” tulis akun @0htjit.
Mohan Hazian, yang profilnya sebagai pengusaha sukses dari nol kini tercoreng, telah memberikan pernyataan singkat soal tuduhan yang mengarah padanya. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar. “Hallo gua Mohan Hazian, kalian pasti sudah tau baca dari X yang sudah berseliweran tentang orang berinisial M. Di sini gua mau menjelaskan bukan gua merasa ataupun gua orang yang dituduhkan oleh beliau,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, tuduhan tersebut sudah langsung berdampak pada brand yang ia bangun, termasuk orang-orang yang bekerja di dalamnya. “Jadi karena narasinya sudah beredar dan berefek ke gua, ke brand gua, terutama ke keluarga gua, padahal tuduhan yang dituduhkan tidak gue lakukan,” katanya lagi. “Jadi lo semua harus tahu ini sangat merugikan gua, merugikan orang-orang disekitar gua yang nggak tahu apa-apa tentang hal ini,” sambungnya.
Setelah namanya ramai dibicarakan di media sosial, Mohan berencana memberi klarifikasi lengkap melalui konferensi pers yang akan digelar besok, Selasa (10/2/2026), pukul 08.00 WIB. “Intinya semua tuduhan yang dituduhkan ini adalah hal yang tidak berdasar yang akan gua luruskan besok di konferensi pers jam 8, sekian dari gua terima kasih,” tutupnya.
Dampak kontroversi ini memang telah nyata. Penerbit bukunya, Shira Media Group, telah memutus kerja sama dan menarik semua bukunya dari peredaran sejak 9 Februari 2026. Pengakuan @aarummanis ini telah membuka kembali percakapan penting tentang keamanan pekerja kreatif lepas, relasi kuasa dalam industri, dan pentingnya mekanisme pelaporan yang jelas. Kisahnya yang berakhir dengan kalimat, “Saya hanya punya luka dan memori. Sampai saat ini, saya masih menyalahkan diri saya sendiri,” menjadi potret suram betapa korban sering kali terbebani oleh rasa bersalah yang seharusnya tidak perlu mereka tanggung.
