PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmennya untuk menjadikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) sebagai fondasi utama strategi bisnis sepanjang tahun 2025. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Komitmen perusahaan tercermin dalam Laporan Keberlanjutan dan Laporan Tahunan 2025 yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan. Laporan tersebut disusun mengacu pada standar global seperti Global Reporting Initiative (GRI) dan Sustainability Accounting Standards Board (SASB), guna memperkuat transparansi serta akuntabilitas dalam mengelola dampak operasional.

Peningkatan Investasi Lingkungan dan Dekarbonisasi

Sepanjang tahun 2025, PT Vale meningkatkan investasi lingkungan secara signifikan, mencapai 54,3 persen menjadi 43,79 juta dolar AS. Peningkatan ini bertujuan untuk mempercepat agenda dekarbonisasi perusahaan, termasuk efisiensi energi dan penguatan penggunaan energi yang lebih bersih. Upaya ini sejalan dengan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Pendekatan keberlanjutan juga diwujudkan melalui rehabilitasi lingkungan berbasis lanskap. Di kawasan Sorowako, perusahaan berhasil merehabilitasi 156,67 hektare lahan pascatambang. Selain itu, pemulihan daerah aliran sungai diperluas hingga 2.988 hektare di lima provinsi, menunjukkan strategi lingkungan yang melampaui batas wilayah operasional dan berorientasi pada ketahanan ekosistem jangka panjang.

Penguatan Aspek Sosial dan Tata Kelola

Dari sisi sosial, investasi pengembangan masyarakat PT Vale meningkat menjadi 4,73 juta dolar AS, naik 18,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Program-program tersebut difokuskan pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pembangunan infrastruktur dasar. Komitmen inklusi juga tercermin dari 83,3 persen tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lokal, serta peningkatan partisipasi perempuan menjadi 12,1 persen.

Kinerja tata kelola perusahaan turut menunjukkan penguatan signifikan. Peringkat risiko ESG dari Sustainalytics membaik menjadi 23,7, mencerminkan penurunan eksposur risiko. Selain itu, skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) mencapai 99,53, menempatkan PT Vale dalam jajaran perusahaan dengan praktik tata kelola terbaik di kawasan.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting dalam perjalanan transformasi perusahaan. “Keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi telah menjadi cara kami menjalankan bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, laporan tahunan perusahaan juga menegaskan integrasi antara kinerja finansial, operasional, dan ESG dalam satu kerangka yang saling terhubung, termasuk aspek keselamatan, iklim, serta hubungan dengan masyarakat.

Integrasi ESG dalam Proyek Strategis

Ke depan, PT Vale akan terus memperkuat integrasi ESG dalam proyek-proyek strategis di Pomalaa dan Morowali. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi terhadap agenda hilirisasi nasional sekaligus menjawab tantangan transisi energi global. Dengan pendekatan yang semakin terintegrasi, PT Vale menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang kepatuhan, melainkan strategi utama untuk menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.