Bintang sepak bola Mesir, Mohamed Salah, secara resmi mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/26. Pengumuman ini menandai berakhirnya era sembilan tahun yang penuh gemilang bagi sang ‘Raja Mesir’ di Anfield, meninggalkan warisan statistik yang sulit tertandingi.

Kepergian Salah dipastikan akan menyisakan lubang besar di skuad The Reds. Lembaga riset OptaJoe merilis data luar biasa yang menunjukkan dominasi Salah selama berseragam Liverpool, menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain terbaik di Liga Primer Inggris.

Dominasi Statistik di Liga Primer

Sejak bergabung dengan Liverpool pada tahun 2017, Mohamed Salah telah menjadi figur sentral dan menetapkan standar baru di Liga Primer Inggris. Data dari OptaJoe menunjukkan bahwa sejak musim 2017/18, Salah memimpin berbagai kategori krusial di kompetisi tersebut, mengungguli banyak bintang dunia lainnya.

  • Gol: 189
  • Assist: 92
  • Peluang dari Permainan Terbuka yang Diciptakan: 534
  • Total Tembakan: 1.104
  • Tembakan Tepat Sasaran: 480
  • Sentuhan di Kotak Penalti Lawan: 2.717

Statistik impresif ini membuktikan ketajaman dan perannya sebagai motor serangan utama Liverpool. Jumlah tembakan terbanyak yang ia lepaskan, serta sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan, menegaskan kontribusinya yang tak hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga kreator peluang.

Rekor Kontribusi Gol dan Assist

Mohamed Salah juga mencatatkan rekor luar biasa dalam kombinasi gol dan assist. Ia memiliki total 281 kontribusi gol (189 gol dan 92 assist) dalam 310 penampilan Liga Primer untuk Liverpool. Angka ini merupakan yang tertinggi yang pernah dicapai oleh seorang pemain untuk satu klub dalam sejarah Liga Primer.

Secara keseluruhan dalam kariernya di Liverpool, Salah telah mencetak 255 gol dalam 435 penampilan di semua kompetisi. Jumlah ini menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah klub, hanya di belakang legenda Ian Rush dan Roger Hunt.

Selain itu, Salah telah memenangkan empat Sepatu Emas Liga Primer, menyamai rekor Thierry Henry. Ia juga menjadi pemain tercepat yang mencapai 100 gol liga untuk The Reds, hanya dalam 151 pertandingan, sebuah rekor klub yang sulit dipecahkan.

Perpisahan Emosional dan Misi Terakhir

Dalam pesan perpisahannya, Salah mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada klub, kota, dan para penggemar. “Saya tidak punya kata-kata yang cukup,” tulis Salah. “Dukungan yang Anda tunjukkan kepada saya di masa-masa terbaik karier saya dan Anda berdiri di samping saya di masa-masa tersulit. Ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan dan sesuatu yang akan selalu saya bawa.”

Meskipun akan berpisah, Salah masih memiliki ambisi besar untuk memberikan kado perpisahan manis bagi para pendukung Liverpool. Dengan peluang trofi FA Cup dan Liga Champions yang masih terbuka, setiap pertandingan sisa akan menjadi saksi perjuangan terakhir sang legenda. Penggemar Liverpool tentu berharap drama perpisahan ini berakhir dengan tambahan trofi juara, melengkapi warisan abadi sang Raja Mesir.