Bupati Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Moh Rizal Intjenae, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan menghargai perbedaan dalam penentuan awal Syawal 1447 Hijriah. Pernyataan ini disampaikan Rizal di Sigi pada Jumat, 20 Maret 2026, di tengah perbedaan waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

“Saya pikir perbedaan awal Syawal tahun ini bukan menjadi permasalahan, harusnya perbedaan ini menjadi perekat yang lebih kuat antar masyarakat,” ujar Rizal saat ditemui awak media.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sigi tidak mempermasalahkan bagi masyarakat yang telah melaksanakan salat Idul Fitri lebih awal dari keputusan resmi Kementerian Agama. “Hanya yang sudah berlebaran hari ini silakan dan yang melaksanakan shalat Idul Fitri besok juga bisa saling menghargai,” tambahnya.

Menurut Rizal, perbedaan dalam penentuan waktu Hari Raya Idul Fitri tidak perlu menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghargai dan mengedepankan kebersamaan serta persaudaraan sebagai fondasi utama dalam menjaga hubungan antarwarga.

Sebagai informasi, Kementerian Agama telah menetapkan awal Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sementara itu, organisasi Muhammadiyah telah melaksanakan salat Idul Fitri sehari sebelumnya, yakni pada Jumat, 20 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri. “Tentunya kami memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang telah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memastikan keamanan masyarakat selama momentum Idul Fitri,” pungkasnya.