Rani Anggraeni Dewi secara resmi meluncurkan buku terbarunya, “Untuk Apa Keluarga”, dalam rangkaian acara Book Talk, Launch & Soirée yang digelar pada 27 Februari 2026. Acara peluncuran ini turut dimeriahkan dengan sesi diskusi buku yang dimoderatori oleh Iyas Lawrence, serta dihadiri oleh para pembaca, praktisi, dan pegiat isu hubungan pernikahan dan keluarga.

“Untuk Apa Keluarga” merupakan buku ketiga sekaligus penutup dari trilogi “Untuk Apa” yang diterbitkan oleh Studio Geometry. Dua buku sebelumnya, “Untuk Apa Menikah” (2021) dan “Untuk Apa Bertahan” (2023), telah beberapa kali dicetak ulang dan mendapat respons positif dari pembaca. Dalam proses penerbitan ketiga buku ini, Studio Geometry berkolaborasi dengan Tjempaka Press.

Jika buku pertama mengajak pembaca merenungkan kesiapan dan kesadaran sebelum menikah, dan buku kedua membahas dinamika konflik serta makna bertahan dalam pernikahan, maka “Untuk Apa Keluarga” membawa pembaca pada refleksi yang lebih mendasar: setelah menikah dan bertahan, keluarga seperti apa yang sedang kita bangun bersama?

Refleksi Mendalam tentang Keluarga

Rani Anggraeni Dewi, seorang konsultan pranikah dan terapis hubungan pasangan menikah dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, menjelaskan motivasinya menulis buku ini. “Pernikahan bukan hanya tentang dua orang yang saling memilih, dan bertahan bukan sekadar soal mempertahankan hubungan. Dari proses itulah lahir sebuah ruang hidup bernama keluarga, tempat nilai ditanamkan, luka disembuhkan, cinta diuji, dan manusia bertumbuh,” ucap Rani.

Ia menambahkan, “Saya menulis buku ini karena saya melihat banyak orang membangun keluarga tanpa pernah benar-benar bertanya: untuk apa keluarga itu ada dalam hidup kita? Apakah ia menjadi tempat aman untuk pulang, atau justru menjadi sumber luka yang diwariskan?”

Dengan latar belakang pendidikan di bidang filsafat, psikologi, spiritualitas, serta bimbingan dan konseling, Rani aktif berbagi pengetahuan melalui tulisan, seminar publik, dan berbagai podcast bertema hubungan, pernikahan, dan keluarga. Pada tahun 2023, bersama putrinya Kania Annisa Anggiani, Rani mendirikan Innerwork Indonesia, sebuah lembaga yang menyediakan terapi penyembuhan luka batin, pemberdayaan diri, serta workshop edukatif untuk membangun relasi sehat dan pernikahan berkesadaran.

Menurut Rani, keluarga adalah institusi terkecil dalam suatu negara, namun memiliki pengaruh paling besar terhadap perkembangan, kesuksesan, dan kebahagiaan setiap anggotanya. “Tidak semua orang sungguh memahami tujuan membangun keluarga. Apakah hanya sekadar menua bersama pasangan, memiliki anak dan merawatnya hingga dewasa? Ataukah kita ingin menghadirkan ruang yang sadar, aman, dan menumbuhkan jiwa bagi generasi berikutnya?” jelasnya.

Relevansi untuk Keluarga Indonesia

Nurul Idzni, selaku Book Publisher dari Studio Geometry, menegaskan relevansi buku ini. “Trilogi ‘Untuk Apa’ adalah perjalanan reflektif yang utuh tentang relasi dan hubungan pernikahan. ‘Untuk Apa Keluarga’ melengkapi rangkaian pembahasan tentang komitmen, konflik, dan tujuan besar dari pernikahan itu sendiri. Kami percaya buku ini relevan dengan kebutuhan banyak keluarga Indonesia hari ini yang ingin membangun relasi secara lebih sadar dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Buku “Untuk Apa Keluarga” direkomendasikan bagi para orang tua atau mereka yang sedang merencanakan keluarga, pasangan yang hendak menikah maupun yang sedang menjalani hubungan atau pernikahan, serta siapa pun yang ingin memahami dinamika keluarga secara berkesadaran. Buku ini dapat diperoleh di toko buku Periplus dan Gramedia di sejumlah kota di Indonesia, serta tersedia secara daring melalui kanal e-commerce Studio Geometry di Tokopedia, TikTok Shop, dan Shopee.

sumber gambar: gesit.id