Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan bahwa berbagai tantangan yang muncul pada awal penyelenggaraan program Sekolah Rakyat (SR) kini mulai menunjukkan titik terang dan berhasil diatasi. Pernyataan ini disampaikan Mensos saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat di Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, pada Minggu (26/4/2026).
“Berbagai tantangan pada awal penyelenggaraan kini mulai teratasi. Bulan pertama dan kedua memang cukup berat, tetapi sekarang kondisinya jauh lebih baik,” ujar Mensos Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, di hadapan para siswa dan tenaga pendidik.
Menurutnya, kondisi yang semakin membaik ini terlihat dari meningkatnya kenyamanan para guru dan siswa dalam menjalani proses belajar mengajar. Ia menilai, hal ini menjadi modal penting untuk keberlanjutan program Sekolah Rakyat ke depan.
“Alhamdulillah pembelajaran di sini berjalan dengan baik. Kami melihat langsung bagaimana guru mengajar, bagaimana kedisiplinan diterapkan, serta pelaksanaan SOP dalam penyelenggaraan sekolah rakyat,” tambahnya.
Keragaman Siswa dan Upaya Peningkatan Kualitas
Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat memiliki karakteristik siswa yang sangat beragam. Mayoritas siswa berasal dari keluarga kurang mampu, bahkan beberapa di antaranya belum pernah mengenyam pendidikan formal sama sekali.
“Ada siswa yang cepat mengikuti pembelajaran, tapi ada juga yang sudah setingkat SMA namun belum bisa membaca. Ini menjadi tantangan besar bagi guru dan tenaga kependidikan. Meski demikian, kami mengapresiasi kolaborasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan pemerintah daerah dalam menghadapi dinamika tersebut,” paparnya.
Kementerian Sosial (Kemensos) juga terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas program ini. Evaluasi dan pengawasan secara berkala dilakukan untuk memastikan tata kelola Sekolah Rakyat semakin baik.
“Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga terus dilakukan melalui berbagai pelatihan bagi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, hingga tenaga kependidikan,” kata Mensos.
Prospek Masa Depan Siswa dan Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga mengungkapkan data menarik mengenai aspirasi siswa. Sekitar 75 persen siswa Sekolah Rakyat memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Sementara itu, 25 persen siswa lainnya diarahkan untuk langsung masuk ke dunia kerja. Opsi ini termasuk melalui skema koperasi desa atau kelurahan yang saat ini sedang dalam tahap pembahasan bersama kementerian terkait.
Gus Ipul menyoroti masih banyaknya anak usia sekolah, khususnya lulusan SMP, yang tidak melanjutkan pendidikan. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama antara pemerintah pusat dan daerah.
“Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Nah sekolah rakyat ini menjadi salah satu solusi, meskipun belum bisa menampung semuanya karena keterbatasan kuota. Ke depan, kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ini,” pungkasnya.
