Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kegeramannya terkait polemik Dwi Sasetyaningtyas, alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang secara terbuka menyatakan kebanggaannya atas status Warga Negara Asing (WNA) anaknya.
Polemik ini bermula dari unggahan Dwi Sasetyaningtyas di media sosial yang memamerkan paspor anaknya, disertai pernyataan bahwa status WNA akan mengubah masa depan anak-anaknya. Tyas, sapaan akrabnya, bahkan secara terang-terangan mengaku akan mengupayakan status WNA bagi anak-anaknya. “Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ungkap Tyas dalam unggahan yang kini telah dihapus tersebut.
Pernyataan Tyas tersebut dinilai menciderai hati masyarakat Indonesia, mengingat ia dan suaminya, Arya Iwantoro, merupakan penerima beasiswa LPDP. Beasiswa ini diberikan dengan tujuan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia guna memajukan bangsa. Niatan Tyas untuk menjadikan anak-anaknya WNA seolah memandang sebelah mata Tanah Air.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa turut menanggapi polemik yang menjadi sorotan publik ini. Dengan nada tegas, Purbaya mengungkapkan kekesalannya, menilai tindakan Tyas menunjukkan ketidakbanggaan sebagai WNI. Purbaya meyakini bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dalam 20 tahun mendatang, sehingga akan membuat Tyas menyesal di kemudian hari. “Yang ngeledekin Indonesia jelek, termasuk yang kemarin dia bilang anaknya jangan Warga Negara Indonesia. Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget,” ujar Purbaya, dikutip dari Instagram Indonesiaupdate.24 pada Senin, 23 Februari 2026.
Lebih lanjut, Purbaya juga meminta direktur utama (Dirut) LPDP untuk menarik kembali uang beasiswa yang saat ini masih dinikmati oleh suami Tyas. Ia bahkan menegaskan bahwa pengembalian tersebut harus disertai bunga. “Pak dirut ini bosnya LPDP nih sudah bicara dengan suami terkait ya dan dia sepertinya sudah setuju untuk bayar mengembalikan uang yang dipakai dari LPDP. Ini termasuk bunganya loh. Bahkan, kalau saya taruh uang itu di bank juga ada bunganya kan. Jadi dengan treatmen yang fair,” paparnya.
Purbaya menegaskan agar masyarakat Indonesia tidak menghina negara sendiri, terutama bagi para penerima beasiswa yang dananya berasal dari pajak rakyat Indonesia. “Nggak senang ya nggak senang tapi jangan menghina negara lah. Jangan begitu, itu uang dari pajak dan sebagian dari utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM kita tumbuh tapi kalau dipakai untuk menghina negara ya kita minta dengan bunganya kalau gitu,” ungkapnya lagi.
Sebagai sanksi, Purbaya juga mengaku akan memasukkan nama Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya ke dalam daftar hitam pemerintahan Indonesia. “Nanti saya akan blacklist dia di seluruh pemerintahan nggak akan bisa masuk. Jadi jangan menghina negara Anda sendiri,” pungkasnya.
