Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi para lulusan program Magang Nasional. Hal ini, menurutnya, akan memberikan nilai tambah signifikan, pengakuan formal atas keterampilan yang dimiliki, serta memperkuat posisi mereka di pasar kerja.

“Kami ingin lulusan magang tidak hanya membawa pengalaman praktis, tetapi juga memiliki bukti formal yang diakui secara luas oleh industri,” kata Menaker Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli usai meninjau langsung pelaksanaan program pemagangan nasional di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (6/5/2026).

Ia melanjutkan, pemerintah telah memfasilitasi sertifikasi bagi peserta yang telah menyelesaikan program magang guna meningkatkan daya saing tenaga kerja. “Sertifikasi kompetensi ini kami berikan secara cuma-cuma sebagai bentuk apresiasi sekaligus modal bagi para peserta,” ujar Yassierli.

Menaker juga mengungkapkan bahwa sebagian peserta magang telah berhasil diserap sebagai karyawan tetap di perusahaan tempat mereka berlatih, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap evaluasi. Kondisi ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa dunia usaha mempertimbangkan kontribusi nyata peserta selama masa magang.

Yassierli menambahkan, perusahaan memiliki parameter objektif dalam menentukan standar sumber daya manusia yang akan direkrut untuk mendukung produktivitas. Oleh karena itu, peserta diingatkan untuk terus menunjukkan kapasitas dan etos kerja sejak awal mengikuti program.

“Perusahaan akan merekrut tenaga kerja yang mampu memberikan kontribusi nyata. Manfaatkan masa magang ini untuk menunjukkan kualitas dan kompetensi sebagai profesional,” tegasnya.

Menaker Yassierli turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pengelola program, peserta, dan perusahaan mitra. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus terjaga guna mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

“Dengan kombinasi pengalaman kerja lapangan dan sertifikasi kompetensi, pemerintah optimistis kualitas tenaga kerja nasional akan semakin selaras dengan dinamika industri,” pungkasnya.

Sementara itu, data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 11.949 lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi telah menyelesaikan Magang Nasional Tahap I pada April 2026. Program ini didukung oleh 1.185 perusahaan yang berpartisipasi sebagai penyelenggara magang dan melibatkan 5.267 orang mentor.

Peserta yang menyelesaikan program selama enam bulan akan mendapatkan sertifikat magang. Sedangkan bagi peserta yang mengikuti program lebih dari tiga bulan namun kurang dari enam bulan, akan memperoleh surat keterangan.