Keluarga Besar Mathla’ul Anwar (MA) menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan Gubernur Banten Andra Soni. Langkah tersebut terkait percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Provinsi Banten.
Kehadiran dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru di wilayah selatan Banten dinilai sebagai upaya nyata memangkas disparitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Dua RSUD Baru Beroperasi
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah meresmikan operasional dua RSUD baru, yaitu RSUD Irsyad Djuwaeli di Labuan, Kabupaten Pandeglang, dan RSUD Uwes Qorny di Cilograng, Kabupaten Lebak. Penamaan kedua rumah sakit ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa para tokoh kunci dalam sejarah pembentukan Provinsi Banten.
Andi Djuwaeli, putra almarhum Irsyad Djuwaeli sekaligus pengurus Mathla’ul Anwar, mengungkapkan rasa terima kasihnya saat acara Safari Ramadan di Pengurus Wilayah MA, Cilaku, Kota Serang, pada Rabu (11/3/2026).
“Kami keluarga besar almarhum dan kader-kader MA mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Andra Soni. Operasional RSUD Irsyad Djuwaeli adalah amanat dan cita-cita mendiang bersama para tokoh pendiri Banten lainnya,” ujar Andi.
Andi juga menyoroti bahwa kesenjangan pembangunan antara Banten Utara dan Banten Selatan masih menjadi tantangan besar. Namun, ia melihat komitmen pemerintah mulai membuahkan hasil melalui pembangunan rumah sakit, pemerataan akses pendidikan, hingga perbaikan jalan desa.
“Harapan kami, dengan pembangunan yang masif ini, Provinsi Banten dapat duduk sejajar dengan daerah tetangga seperti Jawa Barat dan Jakarta,” imbuhnya.
Visi Pejuang Provinsi Terwujud
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan RSUD di wilayah 3T merupakan bentuk realisasi visi para pejuang pembentukan provinsi. Ia berharap fasilitas ini mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara signifikan.
“Keberadaan Mathla’ul Anwar sangat krusial dalam proses pembangunan di Banten, terutama pada sektor pendidikan. Visi MA sejalan dengan prioritas pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia,” kata Andra.
Sebagai bentuk dukungan nyata pada kegiatan sosial dan keagamaan, Gubernur Andra Soni juga menyerahkan sejumlah bantuan dalam rangkaian acara tersebut. Bantuan yang disalurkan meliputi zakat fitrah senilai Rp10 juta untuk 100 penerima manfaat, sarana prasarana senilai Rp10 juta untuk Masjid MA di Kelurahan Gelam, bantuan sarana pendidikan untuk Ponpes MA Padarincang serta siswa MTs/MA Tirtayasa, serta bantuan Rumah Layak Huni (Rutilahu) sebesar Rp20 juta bagi warga di Link Cibunyuh, Kota Serang.
