PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) meluncurkan kampanye bertajuk “Kembali ke Matahari” di Tunjungan Plaza 2, Surabaya, pada Jumat (27/2/2026). Acara peluncuran ini dimeriahkan oleh figur publik Hesti Purwadinata dan Ananda Omesh, bersama Podkesmas, dalam upaya menyegarkan kembali tradisi belanja menjelang Idulfitri yang telah lama melekat di masyarakat Indonesia.
Keramaian pusat perbelanjaan menjelang Idulfitri memang menjadi napas tahunan bagi masyarakat. Momen berburu baju baru di gerai Matahari, yang sudah eksis sejak 1958, telah menjadi potret yang melekat dalam ingatan kolektif dan Matahari ingin memosisikan diri sebagai titik temu lintas generasi yang merayakan kebersamaan.
“Kembali ke Matahari”: Strategi Menjembatani Generasi
Langkah Matahari ini bukan sekadar urusan jualan tekstil, melainkan upaya untuk membangkitkan kembali fenomena sosiologis kedekatan emosional dengan keluarga Indonesia. Perusahaan ritel ini menyadari aset kuat yang mereka miliki dalam tradisi belanja Lebaran.
“Selama puluhan tahun, Matahari jadi bagian dari akar tradisi belanja Lebaran kita. Kami ingin memastikan pengalaman itu tetap terasa akrab tapi juga relevan dengan selera masa kini,” ujar Rama Ishwara, Marketing & Brand Development Director Matahari.
Untuk menjembatani nilai tradisional dengan selera kekinian, Matahari menggandeng Hesti Purwadinata dan Ananda Omesh. Keduanya mengurasi koleksi khusus yang diklaim sebagai representasi keluarga modern, menawarkan pilihan busana yang praktis namun tetap modis saat hari raya.
Inovasi Pemasaran: Podcast dan Tantangan Digital
Peluncuran kampanye di Surabaya ini tidak hanya memajang pakaian, tetapi juga melibatkan Podkesmas yang membawakan live podcast. Pendekatan ini diambil agar pesan kampanye terasa lebih organik dan dapat menjangkau audiens muda yang cenderung menghindari iklan konvensional.
Bagi konsumen yang gemar berselancar di media sosial, Matahari membuka kompetisi bertajuk “Try On Challenge” hingga akhir Ramadan 2026. Pengunjung dapat melakukan mix and match koleksi pilihan Omesh atau Hesti, lalu mengunggah videonya ke Instagram Reels atau TikTok.
Imbalan yang ditawarkan cukup menggiurkan. Peserta yang menunjukkan unggahan kontennya ke kasir langsung mendapatkan potongan harga tambahan sebesar 5% hingga 10%. Selain itu, ada voucher belanja senilai Rp500.000 bagi lima kreator paling unik setiap minggunya.
Memperkuat Dominasi di Tengah Gempuran Digital
Hingga saat ini, Matahari telah mengoperasikan lebih dari 140 gerai di hampir 80 kota. Meski gempuran belanja daring kian masif, mereka tetap memperkuat ekosistem omnichannel dan merek eksklusif seperti Nevada, Cole, hingga Suko untuk menjaga dominasi di pasar ritel fesyen tanah air.
