Gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, menjadi sorotan tajam publik setelah namanya masuk dalam daftar skuad Tim Nasional Indonesia. Pemanggilan Beckham oleh pelatih John Herdman untuk ajang FIFA Series 2026 di Jakarta pada 27 dan 30 Maret 2026 memicu gelombang kritik pedas dari warganet di media sosial.

Situasi ini menarik perhatian rekan setimnya di Timnas, Marc Klok. Gelandang naturalisasi tersebut menyayangkan maraknya budaya perundungan (bullying) yang kini menimpa para pemain muda.

“Saya sudah melihat tanggapan dalam dua minggu terakhir ini. Kalau saya ada di sana, mungkin saya juga dibully,” kata Klok saat ditemui di Stadion Gelora Bandung Laut Api (GBLA) pada Jumat (27/3/2026).

Klok mengaku heran dengan banyaknya kritik yang diarahkan kepada Beckham. Ia bahkan secara langsung menyaksikan unggahan di media sosial yang dipenuhi komentar negatif terhadap pemain muda tersebut.

“Saya biasanya tidak komentar apa pun di media sosial. Tapi sekarang saya lihat banyak komentar soal Beckham juga, saya akhirnya ikut komentar,” ungkap Klok, menunjukkan keprihatinannya.

Menurut Klok, tindakan merundung pemain tidak memberikan manfaat positif apa pun, baik bagi perkembangan individu pemain maupun bagi kemajuan tim secara keseluruhan. Ia menekankan pentingnya dukungan ketimbang kritik destruktif.

“Untuk generasi berikutnya, untuk pemain muda, benefit apa untuk dibully? Tidak ada. Ini tidak membantu pemain, tidak membantu tim nasional, tidak membangun kualitas kita,” tegas Klok, menyerukan agar publik lebih mendukung para pemain demi kualitas sepak bola Indonesia.