BIMA – STKIP Taman Siswa Bima bersama Pemerintah Kabupaten Bima mengintensifkan program peningkatan literasi dan numerasi di 63 sekolah dan madrasah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perbaikan mutu layanan pendidikan dasar di wilayah tersebut.

Penguatan kolaborasi ini diwujudkan melalui Workshop Perencanaan Strategi Implementasi Pembelajaran Literasi dan Numerasi yang diselenggarakan bersama INOVASI NTB. Acara tersebut berlangsung di Aula Kementerian Agama Kabupaten Bima pada Rabu, 6 Mei 2026.

“Program tersebut menyasar 29 sekolah dan madrasah untuk penguatan literasi dan numerasi serta 34 sekolah dasar untuk penguatan pendidikan karakter,” ujar Perwakilan INOVASI NTB, Lalu Ari Irawan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Lalu Ari Irawan menjelaskan, program ini menjadi bagian integral dari strategi percepatan peningkatan kualitas pembelajaran dasar di Kabupaten Bima. “Kami sudah menyiapkan dukungan teknis numerasi dan penguatan kapasitas fasilitator daerah untuk memastikan program berjalan efektif serta dapat dievaluasi dalam enam bulan ke depan,” tambahnya.

Menurutnya, penguatan literasi, numerasi, dan karakter merupakan langkah krusial untuk memperbaiki kualitas belajar siswa sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah. Dalam implementasinya, sebanyak 30 fasilitator daerah yang berasal dari unsur Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima serta Kementerian Agama dilibatkan untuk memastikan intervensi pembelajaran berjalan hingga tingkat sekolah.

Komitmen Perguruan Tinggi dan Tantangan Pendidikan

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, menegaskan komitmen kampusnya dalam memperkuat peran perguruan tinggi untuk transformasi pendidikan dasar di daerah. Ia memaparkan, sejak 2019, STKIP Taman Siswa Bima telah menyelaraskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa dengan penguatan literasi dan numerasi sekolah dasar.

“Kemitraan dengan INOVASI membuat arah pengembangan program kampus menjadi lebih terukur, terutama dalam mendukung pendidikan karakter dan penguatan kualitas pembelajaran berbasis data raport pendidikan,” kata Dr. Ibnu Khaldun Sudirman.

Ia menambahkan, keterlibatan kampus tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga mencakup pendampingan implementasi di lapangan melalui penguatan kapasitas guru dan pengawas sekolah.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman, mengemukakan bahwa penguasaan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung masih menjadi tantangan utama pendidikan dasar di Kabupaten Bima. Menurutnya, penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) perlu dimulai sejak sekolah dasar guna meningkatkan daya saing generasi muda daerah.

Senada, Kepala Dikbudpora Kabupaten Bima, Sahrul, menyebut implementasi program akan menekankan pendekatan pembelajaran yang sederhana dan kontekstual. Ia mencontohkan strategi tersebut melalui pengembangan pojok baca, penggunaan media lokal seperti kerikil dan sempoa untuk pembelajaran numerasi, serta integrasi pendidikan karakter dalam aktivitas sekolah.

Keberhasilan Program Sebelumnya dan Evaluasi

Keberhasilan program sebelumnya menjadi salah satu dasar pengembangan inisiatif baru ini. Kabag Organisasi Setda Kabupaten Bima, Rani Wahyuni, mengungkapkan bahwa sebanyak 25 sekolah dampingan sebelumnya berhasil bertransformasi dari zona merah ke zona hijau dalam raport pendidikan nasional.

“Capaian itu menjadi bukti bahwa penguatan pendampingan berbasis kolaborasi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima, Mujiburahman, menambahkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi perencanaan dan evaluasi berkala. Workshop tersebut juga menekankan pentingnya penggunaan data raport pendidikan sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran enam bulan ke depan, termasuk penguatan peran pengawas sekolah melalui kelompok kerja pengawas (Pokjawas) di seluruh wilayah Kabupaten Bima.