Badai musim dingin parah melumpuhkan sebagian besar Amerika Serikat, menyebabkan lebih dari 1.200 penerbangan dibatalkan dan hampir 178 ribu rumah serta bisnis kehilangan akses listrik. Gangguan signifikan pada sistem transportasi dan energi ini dilaporkan terjadi di beberapa negara bagian.

Kondisi ekstrem ini juga memicu kepanikan beli di kalangan warga, mengakibatkan menipisnya stok makanan di sejumlah pusat perbelanjaan. Badai musim dingin dahsyat ini bahkan mengancam akan melumpuhkan negara-negara bagian timur dengan hujan salju lebat.

Menurut laporan Bloomberg pada Minggu (1/2), kondisi musim dingin ekstrem ini telah mengganggu sistem transportasi dan energi di seluruh AS. Gangguan perjalanan udara terus berlanjut di seluruh negeri, dengan Bandara Internasional Charlotte Douglas mencatat jumlah pembatalan penerbangan tertinggi.

Data pemantauan pemadaman listrik menunjukkan, hampir 178 ribu rumah dan bisnis masih tanpa aliran listrik di beberapa negara bagian. Laporan Bloomberg juga mencatat bahwa pemadaman listrik masih terjadi di wilayah Selatan, di mana kerusakan akibat es dari badai sebelumnya merobohkan saluran transmisi.

Tekanan pada jaringan listrik AS, khususnya di Carolina, semakin meningkat. Duke Energy, sebuah perusahaan listrik dan gas alam di Carolina Utara, bahkan meminta pelanggannya untuk membatasi penggunaan listrik selama jam-jam puncak pagi hari pada Senin (2/2) guna mencegah pemadaman sementara.

Badai ini membawa hujan salju signifikan di sejumlah negara bagian. Beberapa wilayah Carolina Utara mencatat tumpukan salju setinggi sekitar 10 hingga 99 sentimeter, baik di pedalaman maupun di sepanjang pantai.

Badan Layanan Cuaca Nasional memperkirakan hujan salju akan mereda pada siang hari Minggu (1/2) seiring dengan membaiknya kondisi di wilayah tersebut secara bertahap. Meskipun sistem cuaca diperkirakan akan menguat di atas Atlantik, para peramal cuaca menyatakan dampak paling parah akan tetap berada di lepas pantai.