Kota Solo kembali bersiap menjadi tuan rumah ajang lari berskala internasional, Mangkunegaran Run 2026. Event yang dijadwalkan akan diikuti oleh sekitar 7.700 pelari ini tidak hanya menawarkan kompetisi di nomor 5K, 10K, hingga half marathon, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya dan pariwisata Kota Solo.
K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X, dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu (12/4), menjelaskan bahwa rute Mangkunegaran Run 2026 telah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Atletik Dunia. Sertifikasi ini menjadi jaminan kualitas dan standar internasional bagi para peserta.
“Sertifikasi ini memastikan jarak lintasan akurat, permukaan aman untuk mengurangi cedera. Selain itu, hasil lomba juga diakui secara internasional, termasuk untuk validasi rekor dan catatan waktu resmi atlet,” ujar pria kelahiran 29 Maret 1997 tersebut, menegaskan pentingnya pengakuan global untuk event ini.
Wali Kota Solo Respati Adi turut menyoroti tren positif partisipasi dalam Mangkunegaran Run. Menurutnya, jumlah peserta menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap ajang lari ini.
“Kami melihat perkembangan yang sangat positif, terutama dari sisi partisipasi dan antusiasme masyarakat. Setiap tahun jumlah peserta meningkat,” kata Respati Adi, merujuk pada kenaikan jumlah peserta dari sekitar 4.000 pada tahun 2023 menjadi 7.750 orang pada tahun ini.
Peningkatan jumlah peserta ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan penyelenggaraan, tetapi juga menegaskan posisi Mangkunegaran Run sebagai salah satu event lari yang dinantikan, sekaligus menjadi sarana efektif untuk mempromosikan Kota Solo di kancah nasional maupun internasional.

