Industri musik Tanah Air kembali diwarnai kabar mengejutkan. Album mini (EP) berjudul “Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)” milik musisi cilik asal Sleman, Gandhi Sehat, resmi ditarik dari peredaran. Keputusan ini diambil hanya dalam kurun waktu sekitar satu pekan setelah karya perdana Gandhi tersebut dirilis.
Manajemen Gandhi Sehat mengumumkan penarikan ini melalui akun Instagram resmi @gandhi_sehat pada Jumat, 13 Februari 2026. Langkah tersebut diambil setelah mencermati dinamika dan beragam penafsiran yang berkembang di ruang publik terkait lagu tersebut.
Dalam keterangan resminya, manajemen menjelaskan, “Album ini sejak awal dibuat sebagai karya seni, berdasarkan cerita dari sudut pandang polos seorang anak usia 6 tahun. Namun, setelah melihat dinamika serta berbagai penafsiran yang berkembang di ruang publik, kami memutuskan untuk menghentikan peredarannya,” demikian pernyataan yang dikutip pada Minggu (15/2/2026).
Seluruh konten dan lagu terkait kini telah dihapus dari akun serta kanal resmi Gandhi Sehat. Proses penarikan dari berbagai platform streaming digital (DSP) seperti YouTube juga tengah dilakukan secara bertahap.
Manajemen menegaskan, segala bentuk penyebaran ulang konten atau lagu yang masih beredar di luar kanal resmi sudah bukan menjadi tanggung jawab mereka. Mereka juga memohon kepada rekan-rekan media yang telah memuat pemberitaan terkait album ini untuk menarik atau menurunkan konten pemberitaan yang ada, mengingat materi tersebut sudah tidak lagi tersedia secara resmi.
Manajemen bersikukuh bahwa keputusan ini diambil tanpa paksaan dari pihak mana pun. Mereka menyebutnya sebagai bentuk tanggung jawab kreator untuk menghindari kesalahpahaman yang tidak diinginkan.
Penarikan ini sontak memicu beragam spekulasi di kalangan warganet. Sejumlah pihak mengaitkan kasus ini dengan fenomena self-censorship atau sensor mandiri. Lirik lagu yang menyebut “yang penting tidak jadi polisi” dinilai sensitif, terutama di tengah situasi yang masih menghangat pasca kasus serupa yang menimpa band Sukatani beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti di balik keputusan ini.
Mengenal Gandhi Sehat: Punk-Rock Preschooler dari Sleman
Di balik kontroversi penarikan albumnya, Gandhi Sehat adalah pribadi unik yang telah mencuri perhatian publik jauh sebelum namanya viral. Bocah lelaki berusia 6 tahun asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini memiliki persona panggung yang sangat kuat, yakni “Punk-rock preschooler, LOUD and PROUD!!!”
Melalui akun Instagramnya, @gandhi_sehat, yang telah diikuti lebih dari 3.700 penggemar, aktivitas Gandhi sehari-hari terekam dengan apik. Akun tersebut tampaknya dikelola langsung oleh orang tuanya. Kontennya beragam, mulai dari kegiatan bersekolah, bermain bersama sang adik, hingga momen mengantar kucing kesayangannya yang bernama Pinky berobat. Banyak pula unggahan yang menunjukkan aksi panggung Gandhi yang energik di sejumlah pertunjukan musik.
Gandhi saat ini tercatat sebagai siswa di KB-TK Laboratorium Pedagogia FIP UNY. Namun, di luar seragam sekolahnya, ia adalah seorang frontman cilik yang berani tampil beda.
Orang tua Gandhi, melalui unggahan di Instagram, pernah menuangkan kegelisahan sekaligus tekad mereka dalam mengarahkan minat sang buah hati. “Makasih Semuanya🥰 Jadi punya musik yang ‘segmented’ itu ga mudah lho, ‘musik anak tapi punk’ atau ‘musik punk tapi anak-anak’. Mau masuk segmen musik anak susah ‘karena punk ga mendidik’, mau masuk musik punk/indie dibilang ‘ah bocil ga bisa apa2’. yaudah gapapa, bikin musik aja, pasti ada kok orang iseng yang dengerin,” tulis mereka.
Keunikan Gandhi tak berhenti di situ. Ia tampil bersama sebuah band pengiring yang diberi nama unik, yakni Gandhi Sehat and The Backhurts Unkles. Nama ini merupakan kependekan dari “Gandhi dan Om-om sakit punggung”, muncul karena personel band diisi oleh para musisi paruh baya.
Dengan nada bercanda, orang tua Gandhi pernah menulis, “Gandhi punya band, jadi karena kesulitan mencari personil yang muda, ganteng dan pinter main musik, yasudah pakai om-om paruh baya aja, besok kalo dah dapat yang muda dan ganteng mereka dipecat aja.”
Sebelum album “Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)” dirilis, Gandhi sebenarnya telah meluncurkan mini album perdana berjudul “BRISIK!!!” pada Maret 2025, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-5. Album tersebut mengusung genre punk rock yang enerjik, mencerminkan dunia anak-anak yang penuh semangat dan warna. Peluncurannya pun mendapat sambutan hangat dari para penggemar musik yang terkesan dengan keberanian bocah usia dini ini berkarya di genre yang tidak biasa.
