Malut United gagal mengamankan poin penuh saat bertandang ke markas Semen Padang FC dalam lanjutan pekan ke-22 Super League. Laga yang berlangsung ketat di Stadion GOR Haji Agus Salim, Padang, pada Jumat (20/2) malam WIB itu berakhir imbang 2-2, setelah Laskar Kie Raha sempat unggul dua gol.
Tim papan atas Malut United, yang berambisi menjaga persaingan di posisi empat besar, harus gigit jari. Mereka tidak mampu mempertahankan keunggulan yang telah diraih di awal pertandingan. Sementara itu, Semen Padang FC menunjukkan semangat juang tinggi untuk bangkit dari ketertinggalan dan meraih satu poin penting demi keluar dari zona merah degradasi.
Pertandingan antara Semen Padang dan Malut United berlangsung dengan intensitas tinggi dan menciptakan banyak peluang bagi kedua tim. Namun, tuan rumah berhasil melakukan perubahan signifikan di babak kedua yang mengubah jalannya laga.
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengakui adanya perubahan strategi dari tim lawan. “Semen Padang melakukan perubahan di babak kedua. Mereka bermain lebih terbuka dan meningkatkan intensitas pertandingan,” ujar Hendri Susilo di laman klub.
Hasil imbang ini dinilai merugikan bagi Malut United dalam perhitungan matematis untuk klasemen. “Secara matematis, hasil imbang di Padang cukup merugikan Malut United. Namun, inilah sepak bola,” imbuh Hendri Susilo, menyikapi hasil pertandingan yang dramatis tersebut.
Kedua tim sama-sama menunjukkan kebutuhan akan kemenangan, satu untuk tetap bersaing di papan atas, dan yang lain untuk menjauh dari ancaman degradasi. Hasil akhir 2-2 ini membuat persaingan di Super League semakin ketat.
