Pemerintah Malaysia memutuskan untuk mengevaluasi dan menyesuaikan kuota pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis RON 95. Mulai 1 April 2026, batas pembelian akan dikurangi dari 300 liter menjadi 200 liter per orang per bulan. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan kebijakan ini di Kuala Lumpur pada Kamis malam.
Anwar Ibrahim menjelaskan, keputusan ini diambil setelah pemerintah meneliti bahwa rata-rata penggunaan BBM jenis RON 95 per bulan adalah 100 liter per orang. “Pemerintah akan menyesuaikan batas kelayakan (kuota) RON 95 dari 300 liter per bulan menjadi 200 liter per bulan, mulai 1 April 2026,” kata Anwar Ibrahim.
Hampir 90 persen rakyat Malaysia tercatat menggunakan BBM RON 95 kurang dari 200 liter per bulan. Oleh karena itu, pengurangan kuota ini dinilai tidak akan terlalu berdampak pada mayoritas masyarakat. Kebijakan ini juga bertujuan untuk mengukuhkan kemampuan Malaysia dalam menghadapi potensi krisis serta menanggapi beberapa insiden viral di media sosial yang menunjukkan adanya penyalahgunaan pembelian BBM bersubsidi.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, BBM RON 95 bersubsidi seharga 1,99 ringgit (sekitar Rp8.437) per liter hanya diperuntukkan bagi masyarakat Malaysia pemegang kartu tanda kependudukan yang sah. Sementara itu, warga asing dikenakan harga RON 95 normal sekitar 3,87 ringgit (sekitar Rp16.389) per liter. Kendaraan bernomor polisi non-Malaysia, seperti dari Singapura, wajib membeli BBM jenis RON 97 seharga sekitar 5,15 ringgit (sekitar Rp21.812) per liter.
Insiden penyalahgunaan yang sempat viral di media sosial antara lain melibatkan kendaraan bernomor polisi non-Malaysia yang membeli RON 95 bersubsidi, serta warga Malaysia yang membeli RON 95 subsidi dan mengisinya ke dalam tong atau jeriken untuk tujuan yang tidak semestinya.
Pemerintah Malaysia tetap memberikan pengecualian khusus bagi pengemudi transportasi daring. Mereka akan tetap mendapatkan kuota pembelian BBM RON 95 subsidi maksimum hingga 800 liter per bulan. Namun, kuota ini hanya dapat diperoleh jika mereka sudah menempuh perjalanan kendaraan hingga jarak tertentu. Jika jarak tempuh kendaraan kurang dari persyaratan, maka batas kuota pembelian akan disesuaikan.
Lebih lanjut, Anwar Ibrahim menyatakan bahwa kuota pembelian BBM RON 95 bersubsidi bagi kendaraan kecil transportasi darat, baik umum, barang, maupun pribadi, juga dibatasi maksimum 50 liter setiap pembelian. Ketentuan ini diberlakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan dapat didistribusikan secara adil dan mencukupi.
“Tanpa penyesuaian ini, kita khawatir ada kecenderungan untuk menimbun dan menyelundupkan, sebagaimana yang telah terdeteksi selama ini,” tegas Anwar Ibrahim. Ia juga mengumumkan bahwa kapal tanker minyak Malaysia kini sudah diperkenankan melalui Selat Hormuz, dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas hal tersebut. Di tengah potensi krisis yang masih mungkin terjadi, pemerintah Malaysia memutuskan harga BBM RON 95 bersubsidi tetap di angka 1,99 ringgit per liter.
