Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen yang kuat untuk berkontribusi dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Gus Yahya, sapaan akrabnya, usai menghadiri acara silaturahmi Presiden Prabowo bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Acara tersebut digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, 5 Maret 2026. Menurut Gus Yahya, Indonesia memiliki posisi yang cukup strategis untuk membuka ruang komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

“Yang jelas bahwa Presiden menegaskan komitmennya, beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi membantu ke arah perdamaian, penyelesaian masalah dan lebih-lebih karena penyelesaian masalah, terutama konflik di Timur Tengah hari ini akan terkait secara cukup langsung dengan keadaan kepentingan-kepentingan domestik kita sendiri,” ujar Yahya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran sebagai mediator komunikasi. Hal ini karena Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai aktor yang diterima oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.

“Alhamdulillah Indonesia dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto adalah aktor yang diterima oleh semua pihak sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat,” katanya.

Senada dengan Gus Yahya, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, menyatakan Presiden Prabowo mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Dorongan ini termasuk membuka peluang dialog dengan pihak-pihak yang berkonflik.

“Sambil melihat keadaan tadi disampaikan, prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri dan kemudian langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain, termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UEA,” kata Nusron.

Nusron Wahid juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo, bersama sejumlah pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara, memiliki tujuan yang sama. Tujuan tersebut adalah mengupayakan perdamaian dan mencegah konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya di Iran dan kawasan Teluk, agar tidak semakin meluas.

“Intinya, Pak Presiden bersama delapan atau tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya,” ujarnya.

Sumber Gambar: https://kilatnews.co/gus-yahya-prabowo-tunjukkan-komitmen-kuat-untuk-perdamaian-di-timteng/