Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Trenggalek merilis hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mengejutkan. Sebanyak 74 ribu warga Trenggalek teridentifikasi kurang melakukan aktivitas fisik, sebuah temuan yang menyoroti tantangan kesehatan masyarakat di daerah tersebut.
Kepala Dinkes Dalduk KB Trenggalek, Sunarto, menjelaskan bahwa CKG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan. Hingga awal Desember 2025, program ini telah menyasar 184.643 orang. “Rata-rata program CKG menyasar paling banyak kelompok umur dewasa dengan jumlah 83.712 orang,” ujar Sunarto pada Selasa (23/12/2025).
Layanan CKG mencakup pemeriksaan kesehatan untuk semua kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa, hingga kelompok usia lanjut. “Semua kelompok usia masuk dalam sasaran CKG, tidak ada kelompok usia prioritas. Karena ini Program Strategis Nasional (PSN) untuk kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Selain kurangnya aktivitas fisik yang mencapai 79.099 orang atau 92,45 persen dari total yang diperiksa, CKG juga menemukan berbagai masalah kesehatan lain di Trenggalek. Penyakit Hipertensi ditemukan pada 28.009 orang (26,69 persen), masalah kesehatan gigi pada 36.334 orang (48,35 persen), dan gigi hilang pada 25.797 orang (34,21 persen).
Sunarto menambahkan, “Kami juga menemukan sebanyak 16.726 orang atau 15,94 persen mengalami prehipertensi. Serta sebanyak 15.788 orang atau 18,11 persen mengalami prediabetes.”
Menanggapi temuan ini, Dinkes Dalduk KB Trenggalek telah mengintensifkan kegiatan promotif preventif untuk mencegah munculnya penyakit pada masyarakat berisiko. Seluruh 22 puskesmas di Trenggalek aktif mengampanyekan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta membentuk program pengelolaan penyakit kronis. Namun, Sunarto mengakui adanya tantangan. “Tapi di masyarakat masih banyak anggapan kalau pemeriksaan kesehatan tidak terlalu penting,” jelasnya.
Program CKG ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit. Dengan penanganan lebih awal, harapan kesembuhan pasien akan lebih tinggi. “Semoga masyarakat bisa lebih sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan. Agar penyakit yang terdeteksi, bisa mendapatkan penanganan lebih awal,” pungkas Sunarto.
