BANDUNG – Seorang mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Arief Wibisono, dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan turun dari Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Arief terakhir kali terhubung pada Sabtu (9/5) sore, memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim gabungan.
Berdasarkan informasi awal, Arief Wibisono mendaki Gunung Puntang bersama dua rekannya. Saat perjalanan turun, Arief memutuskan untuk berjalan lebih dulu meninggalkan rombongan. Namun, ketika kedua rekannya tiba di basecamp Pasirkuda, Arief tidak ditemukan dan hingga Senin (11/5) pagi belum dapat dihubungi.
Pencarian Intensif oleh Basarnas dan Kepolisian
Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama kepolisian setempat segera meluncur ke lokasi untuk memulai proses pencarian. Keluarga korban juga dikabarkan telah menuju kawasan Gunung Puntang untuk memantau perkembangan.
Basarnas menjelaskan bahwa pencarian terus dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari rekan-rekan Arief serta menyisir sejumlah jalur dan area yang belum diperiksa pada pencarian awal. Koordinasi juga telah terjalin dengan relawan di wilayah Bandung Raya untuk memperluas cakupan area pencarian. Pihak kepolisian turut aktif dalam upaya ini.
Perkembangan terbaru terkait operasi pencarian akan disampaikan secara berkala oleh Basarnas.
Dukungan Penuh dari ITB
Menanggapi insiden ini, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Nita Yuanita, menyatakan bahwa pihak kampus telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Prioritas utama ITB saat ini adalah memberikan dukungan penuh terhadap proses pencarian mahasiswanya.
Saat ini, Ketua Program Studi Magister Teknik Lingkungan, Anindrya Nastiti, bersama Andri Gumilar dan sejumlah staf ITB telah berada di lokasi untuk mendampingi keluarga korban. “Mohon doanya agar Arief segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat,” tutur Nita Yuanita, berharap yang terbaik bagi mahasiswanya.
