Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mendesak reformasi mendesak terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan penekanan khusus pada Dewan Keamanan PBB. Seruan ini disampaikan Lula pada Sabtu, 21 Februari 2026, saat kunjungan kenegaraan lima harinya di India.
Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Lula menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk reformasi tersebut. “Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk mereformasi PBB, khususnya Dewan Keamanan, agar mewakili kepentingan negara-negara Global Selatan, di mana Brasil dan India adalah kandidat yang tepat,” ujar Lula.
Lula da Silva tiba di India pada Rabu, 18 Februari 2026, untuk kunjungan kenegaraan. Selama pertemuan dengan PM Modi, kedua pemimpin membahas berbagai isu penting. Pembicaraan meliputi kerja sama dalam investasi, pertahanan, multilateralisme, tata kelola global, serta mineral penting dan perdagangan.
Presiden Brasil itu juga menyoroti pembentukan Kelompok Empat (G-4) yang terdiri dari Brasil, India, Jepang, dan Jerman, dua puluh tahun lalu. Kelompok ini secara konsisten mengadvokasi perluasan keanggotaan Dewan Keamanan PBB.
“Memperluas keanggotaan tetap dan tidak tetap Dewan Keamanan, termasuk Brasil dan India, sangat penting untuk legitimasi dan efisiensi tata kelola global,” kata Lula, menekankan urgensi perubahan.
G-4 dibentuk dengan tujuan untuk mendapatkan kursi tetap di Dewan Keamanan PBB, mengingat tingkat pembangunan negara-negara anggotanya setara dengan anggota tetap Dewan Keamanan saat ini. Pada pertemuan G4 terbaru yang berlangsung di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, para menteri luar negeri dari keempat negara tersebut juga menyerukan reformasi Dewan Keamanan dan menegaskan kembali dukungan mereka satu sama lain.
