Lombok Utara Corruption Watch (LUCW) bersama Keluarga Besar Mahasiswa Lombok Utara (KBMLU) mendatangi Kantor Bupati Lombok Utara (KLU) pada Rabu (28/1/2026). Kedatangan mereka menuntut evaluasi total terhadap buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung, khususnya dalam penanganan pasien anak.

Ketua KBMLU, Abed Aljabiri Adnan, mengungkapkan bahwa aksi ini dipicu oleh serangkaian kasus yang mencuat ke publik, mulai dari meninggalnya bayi hingga dugaan penelantaran anak di RSUD Tanjung. “Kami datang untuk mempertanyakan buruknya pelayanan RSUD, khususnya penanganan terhadap anak. Sudah ada beberapa kasus, termasuk yang terbaru dugaan anak ditelantarkan,” ujar Abed.

Senada, Ketua LUCW Tarfiin Adam menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan di RSUD Tanjung. “Masyarakat sudah membayar pajak dan BPJS. Sangat merugikan jika pelayanan yang diterima tidak maksimal. Evaluasi harus segera dilakukan agar pelayanan rumah sakit bisa diperbaiki,” tegas Tarfiin.

Abed juga menyoroti dugaan kelalaian dokter spesialis, terutama dokter spesialis anak, dalam menjalankan tugas. Ia mendesak pihak rumah sakit untuk membuka data absensi dokter spesialis yang bertugas. “Kami minta absensi dokter spesialis, terutama dokter anak. Informasi yang kami terima, dokter tersebut merupakan PNS di Lombok Utara,” katanya.

Selain itu, KBMLU mengkritisi rencana pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Bayan. Abed menilai rencana tersebut belum tepat mengingat persoalan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan belum teratasi. “Bangun gedung itu mudah, tapi kekurangan SDM akan menjadi masalah serius. Pelayanan di RSUD Tanjung saja masih terkendala, lalu bagaimana jika ditambah rumah sakit baru,” ujarnya. Ia menyarankan pemerintah daerah untuk lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan yang sudah ada, seperti puskesmas, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM sebelum membangun fasilitas baru.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Direktur RSUD Tanjung drg. Nova Budiharjo menyampaikan apresiasinya. Ia memastikan semua masukan dari LUCW dan KBMLU akan menjadi bahan evaluasi internal rumah sakit. “Saya berterima kasih atas saran dan kritik yang disampaikan. Semua masukan akan kami tindak lanjuti,” ucap drg. Nova.

Drg. Nova menegaskan pihaknya siap melakukan evaluasi terhadap oknum tenaga medis yang terbukti abai dalam menjalankan tugas, meskipun ia mengakui hal itu berisiko menimbulkan penolakan dari internal. “Kami akan melakukan evaluasi terhadap oknum yang terbukti lalai, demi perbaikan pelayanan ke depan,” tutupnya.