Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Timur, Lita Machfud Arifin, menyampaikan sikap resmi partainya terkait pemberitaan Majalah Tempo. Pemberitaan tersebut, yang mengulas isu merger Partai NasDem dengan Partai Gerindra disertai visualisasi sampul dan narasi, dinilai telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Lita Machfud Arifin menegaskan bahwa narasi yang berkembang dalam pemberitaan Majalah Tempo tidak bersumber dari pernyataan resmi internal Partai NasDem. Ia menilai hal tersebut berpotensi membangun persepsi yang tidak utuh dan menyesatkan di tengah masyarakat.
Menurut Lita, narasi tersebut telah melukai perasaan kader dan simpatisan Partai NasDem di berbagai daerah. “Partai NasDem berdiri atas gagasan besar perubahan dan kerja kolektif jutaan kader. Narasi yang menggambarkan seolah Partai NasDem akan dilebur atau ‘dicaplok’ oleh partai lain adalah tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik,” tegas Lita pada Selasa, 14 April 2026.
Ia menambahkan, visualisasi yang ditampilkan dalam pemberitaan tersebut juga dinilai merendahkan martabat partai serta kepemimpinan nasional. “Karya jurnalistik seharusnya menjunjung tinggi etika pers, keberimbangan informasi, serta kehati-hatian dalam menyajikan visualisasi agar tidak menimbulkan tafsir yang merugikan,” ujarnya.
Partai NasDem, meskipun menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi, berharap seluruh produk jurnalistik tetap mengedepankan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan informasi.
Tuntutan Resmi Partai NasDem kepada Majalah Tempo
Sehubungan dengan polemik tersebut, DPW Partai NasDem Jawa Timur menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Majalah Tempo:
- Menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Partai NasDem dan seluruh kader serta simpatisan atas pemberitaan yang dinilai tidak akurat dan merugikan.
- Memuat klarifikasi resmi secara proporsional terkait pemberitaan yang tidak akurat tersebut.
- Menunjukkan komitmen nyata untuk menjaga etika pers, akurasi, serta keberimbangan jurnalistik dalam setiap produk pemberitaan ke depan.
Lita Machfud Arifin lebih lanjut menegaskan bahwa Partai NasDem tetap berdiri tegak sebagai partai yang mandiri dan konsisten memperjuangkan politik gagasan. “Kami tetap fokus bekerja untuk masyarakat. Partai NasDem tidak akan terpengaruh oleh framing yang tidak berdasar, dan kami mengajak seluruh kader tetap solid serta tidak terprovokasi,” tambahnya.
Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur itu juga mengimbau agar seluruh kader dan simpatisan menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bermartabat, serta tetap mengedepankan dialog sebagai solusi terbaik. Ia berharap polemik ini dapat diselesaikan secara terbuka dan konstruktif demi menjaga kepercayaan publik terhadap media serta kualitas demokrasi di Indonesia.
