Makassar, Kilatnews.co – PT PLN (Persero) melalui program Electrifying Agriculture (EA) berhasil membawa perubahan signifikan bagi petani bawang di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memangkas biaya operasional secara drastis.
Sirajudin, seorang petani bawang di Desa Telle, Kabupaten Bone, merasakan langsung dampak positif kehadiran listrik PLN. Ia mengungkapkan bahwa produksi bawangnya kini meningkat hingga dua kali lipat, sementara biaya operasional dapat ditekan hingga 74 persen.
“Dulu pakai pompa diesel, setiap hari harus cari BBM dulu agar bisa penyiraman kebun bawang. Kalau tidak ada BBM, ya tidak bisa jalan,” kenang Sirajudin, Kamis (30/4/2026).
Sebelumnya, dalam satu siklus panen, Sirajudin membutuhkan sekitar 300 liter bensin untuk penyiraman selama satu bulan. Dengan harga eceran mencapai Rp13.000 per liter, total biaya operasional yang harus dikeluarkan mencapai Rp3,9 juta.
Kini, dengan suplai listrik melalui Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) berdaya 5.500 Volt Ampere, proses pengairan dilakukan menggunakan pompa listrik. Biaya yang dibutuhkan hanya sekitar 500 kilowatt hour (kWh) atau setara Rp1.000.000 untuk satu siklus penyiraman selama satu bulan.
Air dari sungai kini dapat dipompa secara stabil dan mengalir ke seluruh area kebun bawang milik Sirajudin tanpa hambatan. Selain untuk pengairan, listrik juga dimanfaatkan untuk penerangan yang efektif mengurangi hama.
Peningkatan produksi bawang tercatat signifikan. Jika sebelumnya, saat masih menggunakan diesel, produksi hanya mencapai 500 kilogram hingga 700 kilogram per siklus panen, kini dengan listrik sebagai sumber energi untuk penerangan penangkal hama, produksi bawang bisa meningkat hingga satu ton.
“Sekarang lebih mudah, listrik selalu ada. Apalagi kami menghemat 74 persen biaya operasional. Tidak perlu repot lagi cari BBM. Tinggal nyalakan pompa, air langsung mengalir. Produksi juga jauh meningkat,” ujar Sirajudin.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyatakan dukungan penuh dan apresiasinya terhadap program listrik masuk sawah untuk pompanisasi yang diinisiasi oleh PLN ini. Ia telah melihat langsung kemudahan yang dirasakan petani dalam mengelola lahan mereka, peningkatan produktivitas, serta efisiensi biaya operasional.
“Ini adalah langkah konkret dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN atas komitmen dan inovasinya dalam menghadirkan listrik yang tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menggerakkan sektor pertanian hingga ke pelosok,” kata Andi Asman Sulaiman.
