Lewis Hamilton akhirnya mencetak sejarah dengan meraih podium pertamanya bersama Scuderia Ferrari. Pencapaian ini terjadi setelah ia finis di posisi tiga besar pada balapan Formula 1 Grand Prix China 2026 yang berlangsung di Shanghai International Circuit, Minggu (15/3).

Hasil tersebut menjadi momen krusial bagi Hamilton, yang menghadapi awal karier penuh tantangan bersama tim kuda jingkrak sejak bergabung pada musim 2025. Usai balapan di Shanghai, juara dunia tujuh kali itu menegaskan bahwa dirinya kini telah kembali ke performa puncak.

Kebangkitan Sang Juara Dunia Tujuh Kali

“Saya benar-benar merasa kembali ke performa terbaik, baik secara mental maupun fisik,” ujar Hamilton kepada media setelah balapan. Podium di GP China ini merupakan podium ke-203 dalam karier Hamilton di Formula 1, sekaligus memperpanjang rekornya sebagai pembalap dengan jumlah podium terbanyak sepanjang sejarah ajang balap jet darat tersebut.

Hamilton juga berhasil finis di depan rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, yang turut mengamankan poin penting bagi tim asal Italia itu pada awal musim 2026. Bagi Ferrari, hasil ini menjadi sinyal positif setelah musim 2025 yang penuh tantangan bagi pembalap asal Inggris tersebut.

Program Latihan Intensif Jadi Kunci

Hamilton mengungkapkan bahwa kebangkitannya pada awal musim 2026 tidak lepas dari program latihan fisik yang sangat intens selama jeda musim dingin. Pembalap berusia 41 tahun itu mengaku menjalani latihan terberat dalam kariernya, bekerja sama dengan pelatih pribadi sejak akhir Desember untuk meningkatkan kebugaran dan daya tahan fisiknya.

“Latihan musim dingin kali ini adalah yang paling berat dan paling intens yang pernah saya lakukan,” kata Hamilton. Menurutnya, pendekatan baru dalam latihan fisik dan mental membantu dirinya kembali menemukan performa terbaik setelah musim yang sulit.

Adaptasi dengan Ferrari Membuahkan Hasil

Hamilton juga menyebut kerja sama dengan para insinyur Ferrari semakin solid memasuki musim keduanya bersama tim yang berbasis di Maranello, Italia. Ia kini merasa lebih terlibat dalam proses pengembangan mobil dibandingkan musim sebelumnya, ketika ia bergabung saat pengembangan mobil sudah hampir selesai.

“Sangat menyenangkan melihat tim mendengarkan masukan saya dan memasukkan beberapa hal yang saya minta ke dalam mobil,” jelas Hamilton. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pembalap dan tim membuat seluruh anggota Ferrari merasa bergerak ke arah yang sama.

Target Kemenangan Perdana di Musim 2026

Meski berhasil meraih podium, Hamilton mengakui Ferrari masih harus bekerja keras untuk mengejar tim rival yang saat ini tampil dominan. Pada awal musim 2026, Mercedes-AMG Petronas Formula One Team menunjukkan performa sangat kuat melalui duo pembalapnya, George Russell dan Andrea Kimi Antonelli.

Hamilton menilai Ferrari masih tertinggal sekitar empat hingga lima persepuluh detik per lap dalam kondisi balapan, terutama dalam hal efisiensi aerodinamika dan tenaga mesin. Namun demikian, ia tetap optimistis Ferrari mampu memperkecil jarak tersebut melalui pembaruan teknis dalam beberapa balapan mendatang.

“Saya merasa kemenangan pertama bersama Ferrari sekarang lebih mungkin daripada sebelumnya,” ujar Hamilton. Dengan momentum podium di GP China, Hamilton berharap Ferrari dapat terus berkembang dan segera kembali bersaing memperebutkan kemenangan di Formula 1 2026.