Ribuan warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) memadati Pantai Beraringan, Kecamatan Kayangan, pada Sabtu (28/3) lalu. Mereka berkumpul untuk merayakan tradisi Lebaran Ketupat, sebuah perayaan yang digelar sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri. Kawasan pantai tersebut seketika berubah menjadi lautan manusia, di mana keluarga-keluarga datang membawa hidangan ketupat untuk dinikmati bersama sambil bersantai di tepi pantai.

Perayaan Lebaran Ketupat tahun ini semakin meriah dengan hadirnya hiburan musik dangdut dari artis-artis lokal. Hiburan tersebut merupakan inisiatif panitia setempat yang bekerja sama dengan Event Organizer (EO) Azello asal Pemenang. Pengunjung yang ingin menikmati alunan musik sembari bersantai di pantai hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp10 ribu.

Semangat Swadaya Warga Lestarikan Tradisi

Eza Ibrahim, salah satu panitia hiburan, menjelaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya digelar secara swadaya oleh masyarakat. “Kegiatan hiburan di Pantai Beraringan ini kami gelar secara mandiri bersama warga. Kami ingin membangkitkan kembali semangat memeriahkan tradisi Lebaran Ketupat. Kami juga menghadirkan artis lokal untuk menghibur pengunjung yang datang menikmati pantai sambil makan ketupat,” ujarnya.

Menurut Eza, pantai selalu menjadi lokasi favorit warga untuk merayakan Lebaran Ketupat setiap tahunnya. Suasana santai dan kesempatan berkumpul bersama keluarga besar menjadi daya tarik utama. “Pada momen Lebaran Ketupat, pantai pasti menjadi lokasi yang ramai dikunjungi warga yang ingin bersantai. Tradisi ini juga menjadi penanda berakhirnya masa libur keluarga setelah satu bulan menjalani ibadah puasa Ramadan,” tambahnya.

Eza juga memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan hiburan telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat dan izin dari pihak kepolisian. Hal ini menjamin pelaksanaan acara berjalan aman dan tertib. “Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah desa dan sudah mendapatkan izin dari kepolisian. Kita bisa melihat sendiri bagaimana ramainya pengunjung yang datang menikmati hiburan yang kami siapkan,” kata Eza.

Antusiasme Pengunjung dan Makna Kebersamaan

Antusiasme pengunjung terlihat jelas, salah satunya dari Teno. Ia mengaku sangat senang dengan adanya hiburan yang disiapkan panitia, yang menurutnya membuat suasana Lebaran Ketupat di pantai menjadi lebih hidup. “Kami cukup terhibur dengan acara yang disiapkan warga. Kami bisa menikmati ketupat bersama keluarga sambil menonton hiburan dangdut,” ungkap Teno.

Selain Pantai Beraringan, beberapa pantai lain di Lombok Utara juga dipadati pengunjung pada perayaan Lebaran Ketupat. Namun, Pantai Beraringan tetap menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat untuk merayakan tradisi ini. Lebaran Ketupat sendiri telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Lombok. Selain sebagai bentuk rasa syukur setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan dan enam hari puasa Syawal, tradisi ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan antar keluarga dan masyarakat.