Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berduka atas wafatnya Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra. Pejabat yang akrab disapa dr. Jack itu menghembuskan napas terakhir di Jakarta pada Selasa (10/3) malam.

Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum yang dikenal aktif berkontribusi dalam pemerintahan daerah dan berbagai sektor lainnya.

“Kami mewakili Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan belasungkawa. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, benar bahwa saudara kita dr. Lalu Herman Mahaputra meninggal dunia di Jakarta,” ujar Ahsanul Khalik saat dikonfirmasi pada Rabu (11/3).

Menurut informasi yang diterima Ahsanul, dr. Jack sempat terjatuh setelah berbuka puasa. Ia kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) yang berlokasi di kawasan Rasuna Said, Jakarta.

Namun, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan bahwa fungsi jantung almarhum sudah tidak dapat diselamatkan. “Saat tiba di rumah sakit, berdasarkan keterangan petugas medis yang saya tanyakan, sudah dilakukan upaya penanganan, namun fungsi jantungnya sudah tidak bekerja,” jelas Ahsanul.

Saat ini, Ahsanul Khalik masih berada di RS MMC Jakarta untuk mendampingi keluarga almarhum. Rencananya, jenazah dr. Jack akan dipulangkan ke Nusa Tenggara Barat pada Rabu (11/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Jenazah masih menjalani proses pemulasaraan di rumah sakit sebelum diterbangkan ke NTB.

Kiprah dr. Jack di Pemerintahan dan Otomotif

Kabar wafatnya dr. Jack dengan cepat menyebar di kalangan pejabat pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang mengenal kiprahnya selama ini. Semasa hidupnya, dr. Jack dikenal sebagai sosok birokrat sekaligus tenaga medis yang memiliki pengalaman panjang di bidang kesehatan.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Bappenda NTB, ia pernah memimpin RSUD Provinsi NTB sebagai direktur. Selama kepemimpinannya, dr. Jack melakukan sejumlah pembenahan signifikan dalam pelayanan kesehatan dan manajemen rumah sakit.

Selain berkiprah di pemerintahan dan dunia medis, almarhum juga aktif dalam kegiatan otomotif. Ia tercatat menjabat sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB. Melalui perannya ini, ia turut mendorong perkembangan berbagai kegiatan otomotif di daerah.

Kehadirannya dalam berbagai kegiatan otomotif membuatnya dekat dengan komunitas pecinta kendaraan di NTB. Ia kerap terlibat sebagai pembina maupun penggerak kegiatan yang bertujuan menyalurkan minat otomotif secara positif di kalangan masyarakat.