Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, angkat bicara menanggapi insiden kontroversial yang terjadi dalam laga uji coba antara Spanyol melawan Mesir. Pertandingan yang digelar di Stadion RCDE pada Rabu dini hari, 1 April 2026, diwarnai oleh nyanyian bernuansa anti-Islam yang dilontarkan sebagian suporter tuan rumah.

Nyanyian tersebut segera memicu sorotan publik dan dinilai mengandung unsur rasisme serta tidak pantas terjadi di kancah sepak bola internasional. Yamal, yang secara terbuka menyatakan dirinya beragama Islam, mengecam keras tindakan tersebut melalui unggahan di media sosialnya.

Meski demikian, pemain Barcelona itu mengaku memahami bahwa chant tersebut tidak ditujukan secara personal kepadanya. “Saya mendengar nyanyian itu di stadion. Saya paham itu diarahkan untuk lawan dan bukan ditujukan langsung kepada saya,” tulis Yamal di akun Instagram pribadinya.

Namun, Yamal menegaskan bahwa penggunaan agama sebagai bahan ejekan tidak dapat diterima dalam situasi apa pun. Ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan rasa hormat di dalam maupun luar lapangan.

“Sebagai seorang Muslim, saya merasa itu tidak pantas dan tidak bisa diterima,” tambahnya, menunjukkan respons tegasnya terhadap insiden yang mencoreng nilai-nilai toleransi dalam olahraga.