Bintang NBA Kyrie Irving menyapa penggemarnya di Indonesia dalam rangkaian World Tour 2026 “The Return”. Pebasket Dallas Mavericks itu berkesempatan menjajal kemampuan legenda basket Indonesia, Ali Budimansyah, dalam sebuah acara interaktif di Jakarta.

Kunjungan Irving ke Indonesia merupakan bagian dari tur dunia yang didukung oleh sponsor pribadinya, Anta. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang ia singgahi dalam tur ini, setelah sebelumnya mengunjungi beberapa kota di China.

Rangkaian kegiatan yang dirancang Anta Indonesia bersama Irving bertujuan mempererat interaksi sang bintang dengan komunitas basket lokal. Antusiasme ribuan pengunjung terlihat jelas saat Irving mendatangi City Hall Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/6/2026) sore WIB, dengan teriakan namanya menggema di lokasi.

Sebelumnya, Irving juga telah disambut meriah ratusan penggemar saat meresmikan pembukaan toko Anta di Pondok Indah Mall 1. Irving tidak datang sendirian, melainkan ditemani oleh keluarganya, termasuk sang ayah.

Dalam kesempatan tersebut, Irving berinteraksi langsung dengan para penggemar, komunitas basket, serta sejumlah pebasket nasional yang hadir. Ia tak segan melayani permintaan foto dan tanda tangan dari para fansnya.

“Senang sekali bisa berada di Jakarta. Ini pertama kalinya saya ada di Indonesia. Ini merupakan bagian dari tugas saya sebagai atlet, berbagai kegembiraa dengan fans di seluruh dunia,” ujar Irving dalam sambutannya.

Pebasket yang dikenal dengan dribel memukaunya itu juga memberikan salam dalam bahasa Indonesia saat disapa presenter Muthia Wirosastro. “Apa kabar?” sahut Irving, yang langsung disambut riuh rendah penonton.

Puncak acara adalah ketika Irving didaulat menjadi pelatih tim basket mini yang berhadapan dengan tim asuhan legenda basket Indonesia, Ali Budimansyah. Dalam format 4×4 berdurasi kurang dari 10 menit tersebut, tim asuhan Ali berhasil menang telak dengan skor 12-3.

Meski timnya tertinggal jauh 2-10, Irving beberapa kali memberikan instruksi dan kalimat motivasi kepada para pebasket muda di bawah usia 14 tahun itu. Ia bahkan sempat menyinggung pengalamannya bersama Cleveland Cavaliers saat menjuarai NBA 2016.

Kala itu, Cavaliers tertinggal 1-3 dari Golden State Warriors sebelum akhirnya membalikkan keadaan menjadi 4-3 dan meraih titel NBA pertama dalam sejarah klub. Cavaliers mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya tim yang menjadi juara NBA setelah mengembalikan defisit dua gim dari lawannya.

“Ah, saya pernah merasakan pengalaman seperti ini, tertinggal 1-3 dan Anda tahu seperti apa kan hasilnya Jadi jangan menyerah,” kata Irving, yang disambut tepuk tangan penonton.

Beberapa pebasket IBL seperti Rio Disi, Surliyadin, Sandy Ibrahim, Kevin Moses Poetiray, dan Althof Satrio juga berkesempatan berinteraksi dengan Irving. Mereka sempat bertanding 3×3 melawan tim Filipina San Beda University sesaat sebelum kedatangan Irving.