Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menghadapi tantangan serius di sektor pariwisata. Dalam beberapa bulan terakhir, pelaku usaha wisata di wilayah tersebut mengeluhkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan. Kondisi ini diduga kuat dipengaruhi oleh menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat serta memanasnya situasi geopolitik global yang berdampak pada peningkatan biaya perjalanan internasional.

Penurunan jumlah wisatawan tersebut mulai dirasakan oleh berbagai sektor usaha, mulai dari penginapan, restoran, hingga jasa transportasi wisata. Dampaknya terasa langsung bagi para pelaku usaha lokal yang sangat bergantung pada aktivitas pariwisata untuk pendapatan mereka.

Midy, seorang pelaku usaha wisata asal Tanjung, Lombok Utara, mengungkapkan bahwa jumlah tamu yang berkunjung ke penginapan dan restoran miliknya mengalami penurunan tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Jumlah tamu yang datang ke penginapan dan restoran menurun cukup signifikan dibandingkan kunjungan tahun lalu,” kata Midy, Jumat (22/05/2026).

Menurut Midy, peningkatan nilai tukar dolar secara langsung memengaruhi biaya perjalanan internasional, menjadikannya lebih mahal bagi wisatawan mancanegara. Selain itu, situasi geopolitik global yang memanas juga dinilai turut memengaruhi konektivitas penerbangan dan minat wisatawan untuk melakukan perjalanan ke berbagai destinasi, termasuk Lombok Utara.

Para pelaku usaha pariwisata menilai kondisi ini sebagai tantangan serius, terutama karena sektor ini masih berupaya menjaga stabilitas pasca berbagai tekanan ekonomi global. Jika situasi tidak membaik, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap keberlangsungan usaha masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor wisata.

Mereka berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga daya tarik destinasi wisata di tengah ketidakpastian global. Upaya promosi yang lebih agresif, pemberian insentif bagi industri pariwisata, serta program pemulihan ekonomi daerah dianggap penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pariwisata di masa depan.