Kementerian Luar Negeri Malaysia (Kemlu Malaysia) mengumumkan peningkatan kesiagaan kekonsuleran di seluruh perwakilan diplomatiknya di negara-negara Asia Barat dan sekitarnya. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga negara Malaysia di tengah situasi keamanan regional yang tidak stabil.
Dalam keterangan resminya di Kuala Lumpur pada Selasa (17/3/2026), Kemlu Malaysia menyatakan, “Perwakilan diplomatik Malaysia di seluruh kawasan tetap berada dalam mode operasi konsuler yang ditingkatkan, memantau perkembangan secara ketat dan memberikan bantuan kepada warga Malaysia apabila diperlukan.”
Kemlu Malaysia menegaskan bahwa situasi keamanan regional masih sangat tidak stabil, dengan laporan aktivitas militer yang terus berlangsung di beberapa wilayah dalam 48 jam terakhir. Namun demikian, koridor penerbangan komersial antara Malaysia dan sejumlah negara di Asia Barat tetap beroperasi.
Hal ini memungkinkan warga Malaysia yang sebelumnya mengalami gangguan perjalanan akibat krisis untuk kembali ke tanah air melalui penerbangan komersial yang tersedia. Laporan terbaru dari perwakilan diplomatik Malaysia di berbagai wilayah Asia Barat menunjukkan bahwa penumpukan warga Malaysia yang sebelumnya terdampar kini sebagian besar telah teratasi.
Ini berkat dibukanya kembali operasi penerbangan komersial dan koordinasi berkelanjutan dari perwakilan diplomatik. Seluruh warga Malaysia yang telah dihubungi oleh perwakilan diplomatik di kawasan tersebut dipastikan dalam keadaan aman dan terdata.
Termasuk di antaranya adalah warga Malaysia yang tinggal di Lebanon, serta personel angkatan bersenjata Malaysia yang bertugas bersama Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) yang juga dilaporkan tetap aman meski gejolak keamanan di negara tersebut masih berlangsung.
Kemlu Malaysia juga mengingatkan bahwa peringatan perjalanan yang dikeluarkan pada 5 Maret 2026, yang mengimbau warga Malaysia untuk menunda perjalanan ke negara-negara terdampak konflik saat ini, masih tetap berlaku. Pembaruan terbaru dari perwakilan diplomatik Malaysia menyatakan bahwa tidak ada lagi warga Malaysia yang terdampar melalui jalur udara di negara-negara terdampak konflik.
Perwakilan diplomatik Malaysia di seluruh Timur Tengah tetap beroperasi dan terus memberikan bantuan konsuler kepada warga Malaysia di kawasan tersebut. Mereka menjaga komunikasi dengan warga yang terdaftar dan menyarankan para pelancong yang perjalanannya terganggu untuk memanfaatkan penerbangan komersial yang tersedia.
Upaya perlindungan terhadap warga negara di Asia Barat juga dilakukan secara intensif oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI). Melalui perwakilan diplomatiknya, Kemlu RI terus berupaya melindungi warga negara Indonesia di luar negeri di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
