Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321, kapal perang jenis fregat baru milik TNI Angkatan Laut, menjadi sorotan utama dalam Latihan Operasi Laut Gabungan yang digelar pada April 2026 lalu. Kapal canggih ini bergabung dalam iring-iringan 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang menunjukkan kekuatan armada laut nasional.
KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan fregat kelas Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) yang dibangun oleh galangan kapal Fincantieri, Italia. Serah terima kapal ini secara resmi dilaksanakan di galangan Fincantieri, Muggiano, Italia, pada Senin (22/12/2025). Upacara penyerahan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, yang bertindak mewakili Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Akuisisi kapal ini merupakan bagian integral dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.
Spesifikasi dan Kemampuan Tempur Multi-Dimensi
Dengan bobot lebih dari 6.000 ton dan panjang mencapai 143 meter, KRI Prabu Siliwangi-321 menempatkan dirinya sebagai salah satu kapal perang terbesar dan tercanggih di kawasan Asia Tenggara. Kapal ini dirancang untuk memiliki kemampuan tempur multi-dimensi, meliputi operasi permukaan, bawah air, udara, hingga peperangan elektronika.
Penamaan “Prabu Siliwangi” tidak sekadar merepresentasikan kekuatan, tetapi juga sarat makna filosofis mendalam. Bersama KRI Brawijaya, nama ini mencerminkan semangat perjuangan dalam menjaga tanah leluhur ibu pertiwi serta nilai kecintaan terhadap bangsa yang terangkum dalam semboyan Jalesveva Jayamahe, “di laut kita jaya.” Prabu Siliwangi sendiri adalah tokoh legendaris di tanah Jawa yang berhasil membawa Kerajaan Padjajaran mencapai puncak kejayaan, dengan makna “semerbak wangi yang mengharumkan tanah Pasundan.” Diharapkan, KRI Prabu Siliwangi dapat memberikan “wangi” kekuatan dan perlindungan bagi maritim Indonesia.
Teknologi Canggih dan Persenjataan Modern
KRI Prabu Siliwangi-321 dilengkapi dengan sistem propulsi modern Combined Diesel and Gas (CODAG) yang memungkinkannya mencapai kecepatan maksimal hingga 31 knot. Selain itu, teknologi naval cockpit yang diusungnya mengintegrasikan sistem navigasi, tempur, dan propulsi dalam satu kendali berbasis layar sentuh dan joystick, meningkatkan efisiensi operasional.
Dari sisi persenjataan, KRI Prabu Siliwangi-321 mengusung sistem multi-layer, meriam dengan amunisi pintar, serta peluncur rudal vertikal (VLS). Kapal ini juga diperkuat dengan radar AESA Kronos Quad dan teknologi multi-sensor fusion yang mengintegrasikan berbagai sistem deteksi dalam satu tampilan digital. Sementara itu, kemampuan peperangan elektronik didukung oleh sistem RESM/CESM dan RECM, memberikan keunggulan dalam menghadapi ancaman modern.
Kapal fregat ini ditempatkan di bawah Satuan Eskorta Komando Armada II (Koarmada II) yang berbasis di Surabaya, dengan fokus utama penguatan pertahanan di wilayah Indonesia Tengah dan Timur. Selain fungsi tempur, KRI Prabu Siliwangi-321 juga dioptimalkan untuk misi diplomasi maritim, pengamanan objek vital nasional, serta operasi kemanusiaan dan bantuan bencana.
Kebutuhan Strategis bagi Negara Kepulauan
Guru Besar Fakultas Sains & Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, menilai bahwa kehadiran kapal perang modern seperti KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kebutuhan strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. “Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan kekuatan laut yang modern dan andal. Kehadiran kapal seperti KRI Prabu Siliwangi-321 bukan hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan dan daya gentar di kawasan,” ujar Achmad di Bandung, Senin (4/5/2026).
Achmad lebih lanjut menjelaskan bahwa kekuatan maritim adalah fondasi utama bagi keberlangsungan negara kepulauan seperti Indonesia. “Kapal perang seperti ini sangat dibutuhkan. Negara kepulauan harus didukung alutsista berteknologi modern dan kekuatan angkatan laut yang handal agar mampu menjaga wilayahnya yang luas dan strategis,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya modernisasi alutsista laut yang berkelanjutan sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas nasional dan melindungi kepentingan strategis Indonesia. “Dengan hadirnya KRI Prabu Siliwangi-321, Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun kekuatan maritim yang modern, tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan, sekaligus menjaga kehormatan dan kedaulatan ibu pertiwi di lautan Nusantara,” tandas Achmad. 
