Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palu, Yudhi Riandy, mengungkapkan bahwa sebanyak 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif beroperasi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Keberadaan SPPG ini bertujuan untuk mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
“Jadi hingga saat ini ada 16 SPPG di Sigi yang aktif beroperasi dan melayani kebutuhan makan bergizi gratis,” kata Yudhi saat dihubungi di Sigi, Kamis (19/2/2026).
Yudhi menjelaskan, belasan SPPG tersebut tersebar di delapan kecamatan, meliputi Sigi Biromaru, Nokilalaki, Kulawi, Gumbasa, Dolo, Dolo Barat, Kinovaro, dan Marawola. Untuk memastikan operasionalnya berjalan lancar, total petugas yang terlibat dari 16 SPPG di Kabupaten Sigi mencapai 729 orang.
“Untuk total petugas dari 16 SPPG di daerah tersebut mencapai 729 orang,” ucapnya.
Meski demikian, Yudhi mengakui bahwa masih ada beberapa wilayah di Sigi yang belum memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain Palolo, Lindu, Kulawi Selatan, Pipikoro, Dolo Selatan, Tanambulava, dan Marawola Barat. Ia berharap pemerintah daerah setempat dapat terus mendukung pembangunan SPPG di area-area yang belum memiliki fasilitas dapur untuk program makan bergizi gratis.
“Harapannya pemerintah daerah setempat terus mendukung pembangunan SPPG di wilayah yang belum tersedia dapur untuk melayani makan bergizi gratis tersebut,” sebut Yudhi.
Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menekankan pentingnya peningkatan peran SPPG di Kabupaten Sigi. Menurut Samuel, SPPG memiliki peran krusial dalam memberikan pelayanan gizi bagi anak-anak sekolah serta kelompok B3, yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Tentunya setiap SPPG dapat mengetahui tata kelola administrasi dalam pelaksanaan program MBG agar berjalan optimal,” kata Samuel.
Samuel juga mengingatkan pentingnya bagi setiap SPPG di Kabupaten Sigi untuk senantiasa menjaga kualitas menu seimbang yang disajikan kepada anak-anak sekolah. Ia berharap ke depan akan ada evaluasi dan penataan kinerja SPPG secara berkala.
“Ke depan harus ada evaluasi dan penataan kinerja SPPG agar implementasi di lapangan memberikan manfaat kepada masyarakat dan tidak terjadi kasus keracunan,” ujarnya, menegaskan komitmen terhadap kualitas dan keamanan pangan.
