Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud kembali menjadi sorotan publik menyusul pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pembelian kendaraan operasional berjenis SUV Hybrid dengan kapasitas mesin 3000cc ini memicu gelombang kritik tajam dari berbagai lapisan masyarakat yang menilai sebagai bentuk pemborosan anggaran di tengah seruan efisiensi.

Kendaraan yang dilaporkan memiliki spesifikasi tinggi tersebut dinilai tidak peka terhadap kondisi perekonomian masyarakat luas di wilayah Kalimantan Timur. Kritik bermunculan mengingat dana miliaran rupiah tersebut seharusnya dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih mendesak bagi kesejahteraan rakyat.

Menanggapi gelombang kritik, Rudy Mas’ud memberikan pembelaan secara terbuka. Ia menyatakan, “kendaraan tersebut sangat krusial dan diperlukan secara khusus untuk menjaga marwah serta kehormatan masyarakat Kalimantan Timur.”

Lebih lanjut, Rudy berdalih mobil mewah itu disiapkan khusus untuk operasional di ibu kota negara. “Fungsi utamanya adalah untuk menyambut berbagai tamu penting, baik di tingkat nasional maupun tamu internasional yang sedang melakukan kunjungan resmi,” tambahnya.

Selain mobil hibrida seharga Rp8,5 miliar, gaya hidup mewah sang gubernur juga menjadi perhatian. Rudy Mas’ud dilaporkan sering menggunakan kendaraan kelas atas lainnya, seperti Land Rover Defender 110 dan Lexus LX570.

Dominasi Dinasti Politik Keluarga Mas’ud di Kalimantan Timur

Rentetan kontroversi mengenai aset dan fasilitas mewah milik Gubernur Kalimantan Timur ini secara langsung membuka perbincangan lain, mengalihkan perhatian publik pada dominasi kekuatan politik dinasti keluarga Mas’ud di wilayah pemerintahan tersebut. Berikut adalah beberapa anggota keluarga Mas’ud yang memegang posisi penting:

1. Rahmad Mas’ud (Wali Kota Balikpapan)

Kakak kandung Rudy Mas’ud, Rahmad Mas’ud, saat ini menjabat sebagai Wali Kota Balikpapan untuk periode 2025 hingga 2030. Ia merupakan pejabat petahana yang sebelumnya juga menjabat pada periode 2021-2024, sukses mempertahankan kekuasaannya di wilayah Balikpapan.

2. Hasanuddin Mas’ud (Ketua DPRD Kaltim)

Kekuatan politik keluarga ini juga merambah ranah legislatif. Kakak Rudy yang lain, Hasanuddin Mas’ud, menduduki posisi strategis sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, semakin mengukuhkan dominasi keluarga Mas’ud di parlemen daerah.

3. Abdul Gafur Mas’ud (Eks Bupati Penajam Paser Utara)

Namun, rekam jejak tata kelola pemerintahan keluarga Mas’ud juga mencatat riwayat kelam pelanggaran hukum. Adik Rudy, Abdul Gafur Mas’ud, sempat menjabat sebagai Bupati Penajam Paser Utara secara resmi sejak 2018. Karier kepemimpinannya terhenti paksa pada masa jabatannya akibat kasus korupsi.

Pada Januari 2022, Abdul Gafur terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam proses persidangan, ia secara sah didakwa menerima dana suap senilai Rp5,7 miliar. Aliran dana ilegal tersebut terbukti berkaitan erat dengan pengaturan paket proyek pemerintah daerah serta penerbitan izin pada tahun anggaran 2020.

4. Sarifah Suraidah (Anggota DPR RI)

Melengkapi jaringan kekuasaan tersebut adalah istri Gubernur Rudy Mas’ud, Sarifah Suraidah. Ia berhasil menembus panggung politik nasional dengan menduduki posisi strategis di lembaga legislatif tingkat pusat sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan asalnya. Saat ini, Sarifah Suraidah aktif bertugas sebagai anggota Komisi Enam Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan tercatat bernaung secara resmi di bawah bendera fraksi Partai Golongan Karya di parlemen Jakarta.