Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) secara resmi mengumumkan daftar kandidat penerima Golden Ticket 2026 setelah melalui proses seleksi yang ketat. Di antara nama-nama yang mencuat, Wong Bryant Alden, siswa berprestasi dari SMAK BPK Penabur Singgasana, berhasil menarik perhatian dengan meraih Golden Ticket untuk Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR.
Capaian ini menjadi bukti nyata konsistensi Bryant dalam menorehkan prestasi akademik, khususnya di bidang sains. Selama masa sekolah, ia telah mengoleksi sejumlah gelar bergengsi. Beberapa di antaranya adalah juara 1 dan Best Biology pada Medical Science and Application Competition (Medspin) 2025, juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Biologi 2025, serta juara 1 Pharmanova ITB 2026.
Perjalanan Penuh Tantangan Menuju Kedokteran
Bryant menegaskan bahwa keberhasilan yang diraihnya bukanlah hasil instan. Ia mengaku sempat mengalami kegagalan dalam beberapa kompetisi sebelum akhirnya mampu meraih hasil terbaik. “Saya mengikuti Medspin selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023 dan 2024, tapi saat itu belum berhasil. Saya mencoba lagi di 2025 dan akhirnya bisa menjadi juara,” ujarnya.
Ketertarikan Bryant pada dunia kedokteran bermula dari kebiasaannya membaca buku, khususnya tentang fisiologi manusia, saat mengisi waktu libur sekolah. Sejak duduk di bangku SMP, ia mengaku telah memiliki minat besar terhadap bidang sains yang menurutnya menantang sekaligus menarik untuk dipelajari.
Selain itu, dorongan untuk menjadi dokter pertama di keluarganya turut menjadi motivasi kuat dalam perjalanan akademiknya. Hal tersebut membuat Bryant terus menjaga konsistensi belajar di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
Strategi Belajar dan Harapan Masa Depan
Dalam menjaga konsistensi belajar, Bryant mengaku menerapkan metode sederhana, yakni fokus memahami materi secara bertahap. “Saya menerapkan satu hari satu halaman, jadi tidak memaksakan diri belajar terlalu banyak sekaligus. Saya juga membuat target dalam jangka waktu tertentu supaya tetap termotivasi,” jelasnya.
Bryant berharap dapat terus berkembang saat menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran UNAIR. Ia menargetkan dapat berkontribusi mengharumkan nama almamater melalui ajang kompetisi tingkat nasional maupun regional. “Kalau nanti sudah resmi menjadi mahasiswa, saya ingin memaksimalkan potensi diri. Harapannya bisa membawa UNAIR berprestasi di Regional Medical Olympiad maupun Indonesian Medical Olympiad,” pungkasnya.
