Komite Wasit PSSI mengusulkan penambahan jumlah kamera untuk sistem Video Assistant Referee (VAR) di kompetisi nasional, Super League. Langkah ini dinilai sebagai kebutuhan mendesak guna menciptakan pertandingan yang lebih adil dan minim kontroversi.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menegaskan bahwa keterbatasan sudut pandang kamera yang ada saat ini seringkali menyulitkan pengambilan keputusan krusial. “Makin banyak kamera, makin jelas situasi di lapangan. Itu akan sangat membantu wasit mengambil keputusan yang tepat,” ujar Ogawa dalam sesi workshop di Jakarta pada Jumat, 24 April 2026.

Pentingnya Sudut Pandang Tambahan

Ogawa secara spesifik menyoroti urgensi kamera tambahan di area vital, seperti garis gawang. Meskipun bukan syarat wajib dalam sistem VAR, keberadaan kamera tersebut diyakini dapat menjadi pembeda signifikan antara keputusan yang meragukan dan keputusan yang akurat.

Ia mencontohkan polemik yang kerap muncul dalam pertandingan penting, termasuk insiden kontroversial saat Dewa United Banten FC menghadapi Persib Bandung. Minimnya sudut kamera disebut menjadi pemicu utama perdebatan panjang atas satu insiden sederhana.

Belajar dari Standar Internasional

Sebagai perbandingan, Ogawa merujuk pada standar tinggi yang diterapkan di Piala Dunia 2022. Turnamen akbar tersebut menggunakan puluhan kamera untuk memastikan setiap detail terlihat jelas, memungkinkan tim VAR menganalisis insiden secara presisi tanpa menyisakan keraguan.

Dengan demikian, Komite Wasit PSSI berharap usulan penambahan kamera ini dapat segera terealisasi demi meningkatkan kualitas dan integritas kompetisi sepak bola nasional.