Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendesak penguatan hilirisasi bawang merah. Langkah ini dinilai krusial untuk memajukan pertanian secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga ketahanan pangan nasional.
Desakan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, saat mendampingi kunjungan kerja reses Badan Karantina Indonesia (Barantin) ke sentra pengolahan bawang merah Kelompok Tani Sidomakmur bersama PT Sinergi Brebes Inovatif di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, pada Senin (23/2).
Siti Hediati Soeharto, yang akrab disapa Titik, menekankan peran strategis Barantin bersama lintas sektor di Jawa Tengah. Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan yang berpotensi mengancam ketahanan pangan nasional.
Pentingnya Hilirisasi dan Prospek Ekspor
“Kita perlu terus memperkuat hilirisasi bawang merah agar pertanian maju secara berkelanjutan dan kesejahteraan petani meningkat. Pengolahan bawang merah di Kelompok Tani Sidomakmur bersama PT Sinergi Brebes Inovatif ini menjadi wujud nyata produktivitas di daerah sentra,” ujar Titik.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Karantina Ikan Barantin, Drama Panca Putra, turut menyoroti pentingnya hilirisasi bawang merah. Menurutnya, hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Brebes tersebut. Ia juga melihat perluasan pasar yang tidak hanya terbatas pada domestik, tetapi juga telah merambah pasar internasional.
“Ini menunjukkan kualitas bawang merah Brebes sangat baik dan memiliki prospek ekspor yang menjanjikan,” kata Drama.
Pengawasan Karantina Diperketat
Kabupaten Brebes dikenal sebagai sentra produksi bawang merah di Jawa Tengah. Oleh karena itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jateng), Hari Yuwono Ady, menegaskan bahwa pihaknya terus memperketat pengawasan lalu lintas komoditas pertanian, khususnya bawang merah.
“Produk yang beredar di dalam negeri harus aman dikonsumsi. Sementara untuk ekspor, kesehatannya terjamin dan memenuhi persyaratan negara tujuan,” jelas Hari.
Kunjungan kerja ini juga dihadiri oleh Bupati Brebes serta sejumlah mitra Komisi IV DPR RI. Di antaranya adalah perwakilan Badan Pangan Nasional, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, Perum Bulog, ID Food/PT RNI, serta dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten. Sinergi antarinstansi dan pemangku kepentingan ini diharapkan dapat mendorong perkembangan hilirisasi dan ekspor bawang merah Brebes, sekaligus memperkuat daya saing global dan menjaga ketahanan pangan nasional.
