Palu, Jumat (13/2/2026) – Komando Daerah Militer (Kodam) XXIII/Palaka Wira melalui Satuan Peralatan Daerah Militer (Paldam) XXIII/PW mengembangkan inovasi budidaya perikanan air tawar berbasis bioflok. Program ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat di Sulawesi Tengah.

Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan

Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita menjelaskan, program ini merupakan wujud sinergi antara TNI AD dengan kementerian serta pemerintah daerah. “Program ini merupakan wujud sinergi bersama kementerian dan pemda untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Brigjen Agus di Palu, Kamis (12/2/2026).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah untuk pengembangan program tersebut. Langkah awal ini dilakukan guna memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sebagai tahap awal, sebanyak 14.000 bibit lele kini dibudidayakan di Markas Paldam XXIII/PW, Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu. Program ini disebut sebagai bagian dari komitmen Kodam XXIII/Palaka Wira untuk mengoptimalkan potensi satuan dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Peluang Kolaborasi dan Hilirisasi Produk

Kepala Paldam (Kapaldam) XXIII/PW Kolonel Cpl Anthoni P. Sinaga menambahkan, pengembangan budidaya ini tidak hanya untuk kebutuhan internal. “Ke depan kami akan meningkatkan kapasitas produksi dengan melibatkan masyarakat di luar militer. Ini membuka kolaborasi terbuka untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada,” kata Kolonel Anthoni.

Sebagai bagian dari hilirisasi, Paldam XXIII/PW juga telah menghasilkan produk awal berupa lele kemasan beku. Produk ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi serta memperluas peluang pemasaran hasil budidaya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut mendorong Paldam XXIII/PW untuk segera memperoleh sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Sertifikasi ini penting guna meningkatkan daya saing produk, sehingga mampu menembus pasar ritel modern bahkan ekspor.

Pertemuan lintas sektor tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menyusun dokumen perencanaan kerja. Dokumen ini akan menjadi tindak lanjut pengembangan program secara berkelanjutan, serta bahan paparan kepada pimpinan daerah dan pusat untuk memperkuat dukungan kebijakan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah, Sumarno, menyambut positif inisiatif ini. “Kami siap untuk memfasilitasi keterlibatan pelaku UMKM dalam rantai pasok produksi,” tegas Sumarno.