Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Makassar (UPG) untuk musim 1447 H/2026 M resmi berakhir dengan keberangkatan Kelompok Terbang (Kloter) 43 UPG pada Kamis (21/5) dini hari. Kloter terakhir ini dijuluki Kloter Nusantara karena menghimpun jemaah dari sepuluh kabupaten di Sulawesi Selatan, serta provinsi Sulawesi Tenggara dan Maluku. Dalam momen penutupan ini, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, menyampaikan pesan penting terkait tata cara niat ihram, khususnya bagi jemaah haji Ifrad.

Kloter 43 UPG menjadi penutup total rangkaian pemberangkatan haji wilayah Sulawesi tahun ini. H. Ikbal Ismail menegaskan keunikan kloter ini. “Ini kloter paling beragam. Ada perwakilan dari hampir seluruh wilayah timur Indonesia,” ujarnya dalam sambutan pelepasan.

Turut hadir dalam pelepasan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Muhammad Lalan Jaya, serta Kepala Bagian Tata Usaha Kemenhaj Sulsel, H. Muflihuddin Syam. Mereka mendampingi jemaah hingga detik-detik akhir keberangkatan.

Perbedaan Niat Ihram dan Pesan Khusus

Di tengah persiapan terbang, Ikbal Ismail memberikan pembekalan mendalam mengenai tata cara niat ihram. Ia mengingatkan bahwa jemaah haji terbagi menjadi dua pola, yaitu Ifrad dan Tamattu’, dan kesalahan niat dapat mengubah alur ibadah mereka di Tanah Suci.

“Perhatikan, sekitar satu jam sebelum mendarat di Jeddah, para jemaah akan melewati Yalamlam (miqat). Di sinilah niat diucapkan,” tegas Ikbal. Ia menjelaskan secara rinci perbedaan niat ihram antara kedua pola tersebut.

  • Jemaah Haji Ifrad: Niat langsung untuk haji. Mereka wajib tetap mengenakan pakaian ihram sejak saat itu hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai.
  • Jemaah Haji Tamattu’: Niat umrah terlebih dahulu, dan boleh melepas ihram setelah umrah selesai, lalu berihram lagi pada 8 Zulhijjah untuk haji.

Ikbal memberikan peringatan keras kepada jemaah Ifrad. “Jangan ikut-ikutan teman yang tamattu’ melepas ihram kalau kalian ifrad. Haji ifrad tidak boleh melepas pakaian ihram sampai semuanya selesai,” pesan Ikbal dengan tegas, mengantisipasi kebingungan di lapangan.

Selain itu, Ikbal juga mengingatkan hal mendasar namun sering terlupakan, yaitu menjaga aurat saat berihram. Mengingat jemaah laki-laki hanya dibungkus dua lembar kain putih, risiko terbukanya aurat sangat tinggi, terutama saat tidur atau di toilet. “Karena kita hanya dibungkus pakaian ihram, tolong dijaga baik-baik auratnya. Jangan sampai saat tidur tergulung, apalagi saat masuk toilet. Ini bagian dari menjaga kesucian ibadah,” pesannya.

Di akhir arahannya, Ikbal Ismail berharap Kloter 43 UPG dapat menjadi kloter teladan. Ia meminta seluruh jemaah menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan fokus beribadah di Tanah Suci. “Selamat menjalankan ibadah haji. Semoga menjadi haji yang mabrur. Terima kasih kepada seluruh petugas yang setia mendampingi hingga kloter terakhir,” tutup Ikbal, disambut takbir para jemaah yang bersiap menuju pesawat.

Dengan lepas landasnya Kloter 43 UPG, Embarkasi Makassar resmi menyelesaikan tugas pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M. Kini, seluruh perhatian tertuju pada proses pemulangan jemaah beberapa pekan mendatang.