KLATEN – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menunjukkan penurunan signifikan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Penurunan drastis ini disebut berkat peningkatan kesadaran masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta peran aktif juru pemantau jentik nyamuk (jumantik).

Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten mencatat, pada periode Januari-Mei 2026, hanya terdapat 95 kasus DBD dengan satu kematian. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 297 kasus dan lima kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, kepada Media Indonesia pada Kamis (28/5) lalu, mengungkapkan bahwa penurunan signifikan ini tidak lepas dari partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. “Peningkatan kesadaran dan kerja keras seluruh pihak, baik kegiatan PSN maupun jumantik, serta percepatan penanganan medis menjadi kunci utama dalam pencegahan dan pemberantasanan DBD di Kabupaten Klaten,” jelas Anggit.

Untuk terus menekan angka persebaran DBD, Dinas Kesehatan Klaten juga gencar melaksanakan program sosialisasi dan edukasi di tengah masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Meski tren kasus menunjukkan penurunan yang positif, Anggit Budiarto tetap mengingatkan warga untuk tidak lengah. “Meskipun kasus DBD tahun ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan, kami mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat untuk tetap waspada, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan PSN,” tegasnya.