Terminal Tipe A Mandalika, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang dan bus pada H+2 arus balik Lebaran 1447 Hijriah, Rabu (24/3/2026). Sebanyak 1.777 penumpang tiba di terminal tersebut dengan menggunakan 65 unit bus.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mandalika, Marthen Cornelis D Tanone, mengungkapkan bahwa angka ini menunjukkan kenaikan drastis dibandingkan periode Lebaran tahun 2025.
“Kalau dibanding antara data semasa Lebaran tahun 2025 dengan Lebaran tahun 2026 secara harian maupun kumulatif terjadi kenaikan jumlah kedatangan sampai dengan H+2 tanggal 24 Maret. Kalau total penumpang secara harian mengalami peningkatan sebesar 161.71 persen dari hanya 679 penumpang menjadi 1.777 penumpang,” ujar Marthen di Mataram, Rabu.
Marthen merinci, keberangkatan bus secara harian juga meningkat 94,12 persen, dari 17 unit menjadi 33 unit. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat harian melonjak 117,66 persen, dari 351 menjadi 764 penumpang.
“Sedangkan secara kumulatif total penumpang mengalami peningkatan sebesar 6.26 persen dari 15.212 penumpang menjadi 16.165 penumpang pada arus mudik maupun balik Lebaran melalui Terminal Mandalika,” terangnya.
Pihak Terminal Mandalika memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada H+5 hingga H+7 Lebaran, mengikuti pola tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau untuk pegawai kerja kantoran kemarin di H+2 ramai mereka datang, tapi kalau anak kuliah-an dan sekolah biasanya H+5 atau H+6 baru ramai balik je Mataram,” jelas Marthen.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang, Marthen mengimbau pengelola PO Bus agar rutin mengecek kondisi kendaraan.
“Termasuk meningkatkan pemeriksaan terhadap sopir, kondektur, maupun kendaraan yang digunakan,” ucapnya.
Selain itu, calon pemudik juga diminta untuk selalu waspada terhadap barang bawaan mereka, mengingat kepadatan arus mudik dan balik tahun ini. Keselamatan diri dan barang bawaan harus menjadi prioritas utama untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Setiap kedatangan bus hingga menurunkan penumpang akan tetap dipantau oleh petugas untuk memberikan kenyamanan pada para penumpang,” katanya.
