PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menggelar Table Top Exercise International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code 2026 pada Rabu (13/5) 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sistem keamanan di kawasan Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur, sekaligus mengantisipasi berbagai potensi ancaman maritim, termasuk sabotase dan upaya penguasaan kapal.

Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Enriany Muis, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam memastikan implementasi sistem keamanan pelabuhan berjalan sesuai standar nasional dan internasional. “Serta memastikan implementasi ISPS Code berjalan secara efektif,” tegas Enriany di sela-sela kegiatan.

Landasan Hukum dan Koordinasi Lintas Instansi

Simulasi keamanan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, serta Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pelayaran. Pelaksanaan Table Top Exercise juga berkaitan dengan proses verifikasi pembaruan keamanan fasilitas pelabuhan, termasuk tahapan verifikasi keamanan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

KKT melibatkan berbagai unsur pengamanan internal dan eksternal dalam simulasi ini. Partisipan meliputi Port Facility Security Officer (PFSO), Deputy PFSO, Security Control Room, patroli keamanan, kru kapal, serta instansi seperti KSOP Kelas I Balikpapan, Polairud, Polsek KP3 Semayang, TNI AL Balikpapan, dan BKI.

Enriany menilai, keterlibatan lintas instansi sangat penting untuk memastikan koordinasi penanganan keadaan darurat dapat berlangsung cepat dan terintegrasi apabila terjadi ancaman nyata di kawasan pelabuhan. “Harapan kami melalui kegiatan ini adalah terciptanya kesamaan persepsi dan pola penanganan antarunit terkait, sekaligus meningkatkan koordinasi dan pengambilan keputusan apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan,” katanya.

Skenario Ancaman dan Peningkatan Kepercayaan Pengguna Jasa

Keamanan pelabuhan memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran arus logistik dan stabilitas investasi di Kalimantan Timur. Sebagai salah satu terminal penting di wilayah tersebut, KKT dinilai memiliki peran besar dalam mendukung distribusi barang dan konektivitas perdagangan regional. Oleh karena itu, penerapan Port Facility Security Plan (PFSP) harus dipahami dan dijalankan secara optimal oleh seluruh pihak yang terlibat dalam operasional pelabuhan.

“Melalui Table Top Exercise ini, kami berharap implementasi Port Facility Security Plan yang telah disusun bersama dapat berjalan optimal dan dipahami oleh seluruh pihak terkait,” ungkap Enriany.

Simulasi tahunan tersebut mengangkat skenario penyusupan oleh orang tidak dikenal menggunakan speed boat yang berupaya mengambil alih kapal petikemas di area pelabuhan. Melalui latihan itu, KKT menguji kesiapan prosedur pengamanan, koordinasi antarlembaga, hingga kecepatan pengambilan keputusan saat menghadapi situasi darurat.

“Kami juga berharap sistem keamanan pelabuhan semakin responsif terhadap berbagai ancaman di sektor maritim modern serta mampu meningkatkan kepercayaan pengguna jasa terhadap keamanan aktivitas kepelabuhanan,” pungkas Enriany.