Pimpinan klasemen sementara MotoGP 2026, Marco Bezzecchi, berada di ambang rekor fantastis yang berpotensi ia pecahkan di MotoGP Amerika akhir pekan ini. Pembalap Aprilia tersebut kini tercatat telah memimpin 101 lap balapan utama (grand prix) secara berturut-turut.
Catatan impresif ini diraih Bezzecchi setelah memenangi empat balapan utama beruntun, yakni dua di akhir musim 2025 dan dua di awal musim 2026. Selama periode tersebut, ia selalu memimpin setiap lap pada hari Minggu.
Terakhir kali Bezzecchi menyelesaikan satu putaran grand prix di belakang pembalap lain adalah pada akhir putaran Malaysia di Sepang, 26 Oktober tahun lalu, saat ia finis di posisi ke-11. Sejak saat itu, dominasinya di lintasan tak terbantahkan.
Menurut statistik resmi MotoGP, rekor lap berturut-turut di posisi terdepan pada ‘era modern’ saat ini dipegang oleh Jorge Lorenzo. Pembalap Spanyol itu berhasil memimpin 103 lap secara beruntun dengan Yamaha-nya, dari seri Spanyol hingga Catalunya pada tahun 2015.
Dengan demikian, Bezzecchi hanya membutuhkan dua lap pertama untuk menyamai rekor Lorenzo. Jika ia berhasil memimpin dua lap awal balapan MotoGP Amerika di Circuit of The Americas (COTA) pada Minggu atau Senin dini hari WIB, ia akan menyamai pencapaian tersebut.
Lebih jauh lagi, Bezzecchi akan melampaui rekor itu jika ia tetap berada di posisi terdepan setelah lap ketiga. Sebuah pencapaian yang akan menempatkannya dalam buku sejarah MotoGP.
Menanggapi potensi rekor ini, Bezzecchi mengaku tidak mengetahuinya sebelumnya. “Sejujurnya, saya bahkan tidak tahu tentang rekor ini. Sangat keren bisa mendekati rekor itu. Namun, pada akhirnya itu bukanlah hal yang terpenting bagi saya dan tim,” ujarnya.
