Kepolisian Thailand berhasil menangkap seorang wanita berinisial S (40) dan remaja pria berinisial A (16) di Provinsi Surat Thani pada Jumat, 12 April 2026. Keduanya diduga terlibat dalam video asusila yang viral di media sosial, menampilkan adegan tidak senonoh di kebun sawit dan dapur. Penangkapan ini mengakhiri spekulasi mengenai asal-usul video yang sempat dikira terjadi di Indonesia.
Penyelidikan dan Penangkapan di Thailand
Video tersebut mulai menyebar luas di platform media sosial sejak awal April 2026, memicu kehebohan di kalangan warganet Indonesia dan Thailand. Awalnya, banyak pihak menduga kejadian tersebut berlangsung di Indonesia, namun penyelidikan intensif oleh Kepolisian Thailand mengonfirmasi bahwa lokasi kejadian berada di wilayah mereka.
Kepala Divisi Humas Kepolisian Thailand, Jenderal Pol. Somchai Preecha, dalam konferensi pers pada Sabtu (13/4), menyatakan, “Kasus ini menjadi perhatian serius kami, terutama terkait perlindungan anak di bawah umur.” Ia menambahkan bahwa penangkapan dilakukan setelah tim siber kepolisian melacak jejak digital dan menerima laporan dari masyarakat yang resah.
Menurut keterangan polisi, S adalah ibu tiri dari A. Motif di balik pembuatan dan penyebaran video tersebut masih didalami. Pihak berwenang juga sedang menyelidiki kemungkinan adanya unsur eksploitasi anak dalam kasus ini, mengingat usia A yang masih di bawah umur.
Reaksi Publik dan Langkah Pencegahan
Viralnya video ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak, baik di Indonesia maupun Thailand. Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah bergerak cepat memblokir akses ke konten video tersebut untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Psikolog anak, Dr. Indah Permata, mengingatkan bahaya konten viral semacam ini terhadap perkembangan psikologis remaja. “Paparan konten asusila, apalagi yang melibatkan anak di bawah umur, dapat menimbulkan trauma mendalam dan merusak persepsi mereka tentang hubungan interpersonal,” ujarnya. Dr. Indah menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan digital dan edukasi literasi media kepada anak-anak.
Kasus ini kembali menyoroti urgensi pengawasan ketat terhadap konten digital dan perlindungan anak dari eksploitasi di dunia maya. Pihak berwenang Thailand berkomitmen untuk menindak tegas pelaku dan memastikan keadilan bagi korban.
