Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa kesadaran konsumen terhadap nilai halal produk terus menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi ini, menurut Haikal, secara alami mendorong pelaku usaha untuk memastikan produk mereka telah tersertifikasi halal.
“Hukum sosial akan bekerja. Produk yang tidak memiliki sertifikasi halal pada akhirnya akan ditinggalkan konsumen,” ujar Haikal di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk halal menjadi faktor krusial yang mendorong semakin luasnya penerapan sertifikasi halal di Indonesia. Menurutnya, sertifikasi halal saat ini tidak hanya dipandang sebagai kewajiban regulasi, melainkan telah berkembang menjadi kebutuhan pasar yang semakin nyata.
“Kepastian kehalalan produk memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan konsumen dalam memilih produk yang mereka konsumsi atau gunakan,” kata Haikal.
Tingginya perhatian konsumen terhadap aspek kehalalan produk juga tercermin dari hasil survei Populix pada Maret 2023 lalu. Survei yang melibatkan 1.014 responden Muslim berusia 17–55 tahun di Indonesia itu menunjukkan bahwa logo halal menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian produk.
Sebanyak 83 persen responden menyatakan keberadaan logo halal sebagai faktor penting dalam memilih produk. Selain logo halal, survei tersebut juga menunjukkan beberapa pertimbangan lain dalam keputusan pembelian konsumen Muslim, yakni kejelasan informasi kandungan produk (80 persen), kesesuaian produk dengan kebutuhan (75 persen), kemasan ramah lingkungan (52 persen), serta faktor produk diproduksi di dalam negeri (25 persen).
“Temuan ini menunjukkan bahwa logo halal menjadi faktor paling dominan dalam keputusan membeli produk, sekaligus menggambarkan kuatnya kesadaran halal di kalangan konsumen Indonesia,” tegas Haikal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan rantai pasok halal pun tidak hanya berkaitan dengan aspek kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga merupakan strategi pembangunan ekonomi yang memiliki dampak luas.
“Ekosistem halal yang kuat diyakini mampu menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Haikal.
